Gresik (beritajatim.com) – Bagi penggemar olahan ikan, tidak ada salahnya mencoba menu ikan gabus khas Gresik. Kuliner tersebut, kini semakin populer dan banyak diburu masyarakat yang berkunjung ke Kabupaten Gresik.
Hidangan tradisional khas petani tambak di Gresik tersebut kini mulai banyak bermunculan. Mulai dari warung tradisional maupun rumah makan berkonsep kolam pemancingan ikan menyediakan menu olahan ikan gabus.
Salah satunya, rumah makan Alhambra di Desa Duduksampean, Kecamatan Duduksampean, Gresik. Rumah makan di tengah hamparan tambak ini menyediakan menu olahan ikan gabus atau ikan kutuk ini sebagai menu andalannya, seperti asem-asem kutuk, pepes kutuk, ikan kutuk bakar, dan rica rica kutuk.
Selain menghadirkan kelezatan yang menggoda, ikan kutuk juga memiliki kandungan protein albumin yang baik. Protein ini sangat bermanfaat, terutama jika dikonsumsi orang yang sedang sakit.
Sejumlah pecinta kuliner menyebutkan, sensasi pedas berpadu dengan tekstur daging ikan kutuk yang lembut membangkitkan selera makan, hingga membuat tubuh semakin bertenaga.
Salah satu pecinta kuliner ikan kutuk,Tajuddin, mengatakan, bumbunya mantap, dan tekstur daging ikan kutuk cukup lembut. Sehingga, membangkitkan selera yang menyantapnya.
“Rasanya pas di lidah. Pedasnya mantap dan aromanya cukup terasa, membuat lida serasa nikmat saat menyantapnya,” katanya, Senin (1/8/2022).
Ia menambahkan, sajian olahan ikan kutuk, lebih nikmat disantap pada siang hari dengan nasi jagung maupun nasi putih. “Setelah makan, tubuh berkeringat dan membuat tubuh makin bertenaga,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Muhammad Bahrul Ghofar. Menurutnya, ikan Kutuk juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya mempercepat penyembuhan pasca operasi ibu melahirkan, luka bakar, dan luka akibat kecelakaan.
“Saya rutin berkunjung menikmati olahan kutuk bersama keluarga dan sanak famili,” ungkapnya.
Pengelola rumah makan berkonsep kolam pemancingan ikan, Laily Haula Hayati, mengakui menjadikan ikan kutuk sebagai menu andalan karena jenis ikan air tawar ini mudah didapatkan.
“Warga pencari ikan, langsung menyetorkn ke saya. Kondisi ikannya masih segar,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kuliner-gresik”]
Ia menambahkan, proses pengolahan tidak terlalu repot, sesuai dengan menu yang dihidangkan. Terpenting menggunakan bumbu bumbu alami, di antaranya kunyit, daun bawang, cabai, bawang merah, bawang putih.
“Daun jeruk purut sebagai penyedap, sekaligus menghilangkan bau anyir,” paparnya.
Menu tradisional khas petani tambak di Gresik ini, akan terasa lebih nikmat disantap pada siang hari dengan nasi jagung mauun nasi putih hangat.
Bagi Anda yang tertarik ingin mencicipi kelezatannya, tidak perlu meogoh dompet terlalu dalam. Karena pengelola memator harga Rp14- 20 ribu per porsinya. [dny/beq]






