Surabaya (beritajatim.com) – Pemain senior Persebaya Surabaya, Oktavianus Fernando, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh suporter Bajul Ijo usai gagal memanfaatkan peluang emas dalam laga melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (12/3/2025).
Dengan raut wajah lesu, ia mengakui kesalahannya yang berujung pada hasil kurang maksimal bagi timnya.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, kakak dari Marselino Ferdinan ini menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Ia mengakui bahwa kegagalannya mencetak gol di babak kedua adalah kesalahan yang murni berasal dari dirinya sendiri, bukan dari performa tim.
“Saya harus bertanggung jawab atas kesalahan ini. Tim sudah bermain dengan baik, tetapi saya tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada. Akibatnya, Persebaya tidak bisa mendapatkan tiga poin penuh,” ujar Ofan.
Mantan pemain Persipal Palu itu menambahkan bahwa keteledorannya terjadi saat ia mengeksekusi bola ke arah gawang PSIS Semarang yang dikawal Syahrul Tisna. Kesalahan tersebut berakibat pada gagalnya Persebaya meraih kemenangan di laga kandang.
“Untuk Bonek dan Bonita, saya siap bertanggung jawab dan menerima segala kritik. Ini adalah kesalahan saya, bukan tim,” tegasnya.
Saat ini, Ofan yang berusia 30 tahun mengaku belum bisa banyak berbicara terkait kejadian tersebut. Ia hanya bisa meminta maaf atas kegagalannya.
“Jujur, saya masih sulit berkata-kata. Kesalahan ada pada saya, bukan pada tim, karena mereka sudah bermain bagus,” imbuhnya.
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan atas PSIS Semarang. Sayangnya, peluang emas yang didapat Oktavianus Fernando di babak kedua gagal berbuah gol. Meski berhasil menguasai bola dan menggiringnya ke gawang tanpa gangguan pemain lawan, tendangan Ofan justru melenceng dari mistar gawang.
Kegagalan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi sang pemain dan tim Persebaya untuk tampil lebih baik di laga selanjutnya. (way/ted)






