Bangkalan (beritajatim.com) – Memasuki tahun politik, organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) menjadi rebutan lantaran memiliki banyak pengikut.
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid menjelaskan jika saat ini banyak pihak memperebutkan suara NU untuk bisa memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun depan.
“NU akan selalu menjadi rebutan. Tapi kita tau, pemilih NU makin lama makin cerdas dan tau siapa yang memiliki komitmen untuk perjuangkan NU,” terangnya, Rabu (11/10/2023).
Ia juga menyindir sejumlah pihak yang dinilai mendadak ‘Nyantri’, hal itu dilakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan simpati dari warga NU.
“Yang dulunya gak pernah nyantri sekarang mendadak nyantri, tapi hanya untuk mendapat suara Nahdliyin. Kami yakin betul, jika keluarga besar NU akan memilih orang yang memiliki komitmen yang sama,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga optimis Pemilu 2024 mendatang PKB bisa meraih suara 70 persen di Madura. “Hampir semuanya, ormas, ulama dan tokoh politik Madura, punya komitmen yang sama,” tandasnya.[sar/kun]
BACA JUGA: Warga Datangi DPMD Bangkalan, Protes Pencoretan Pengalaman Kerja Bacakades






