Surabaya (beritajatim.com) – Mendukung pertumbuhan UKM di era digital, Ninja Xpress meluncurkan hasil riset Suara UKM Negeri Vol 4 yang berfokus pada “Seluk Beluk Social Commerce di Indonesia”. Bekerjasama dengan Milieu Insight, riset ini melibatkan 600 pelaku UKM online untuk memahami pemanfaatan social commerce dalam menjangkau pasar dan meningkatkan penjualan.
Riset menunjukkan bahwa social commerce, platform yang menggabungkan media sosial dan transaksi jual beli, menjadi tren baru yang menjanjikan bagi UKM. Hal ini didukung oleh kebiasaan e-shopper yang menjadikan media sosial sebagai mesin pencari dan platform belanja alternatif.
Andi Djoewarsa, Chief Marketing Officer Ninja Xpress, menjelaskan, di era digital menuntut UKM untuk beradaptasi dan memanfaatkan berbagai platform.
“Social commerce menghadirkan peluang untuk menjangkau audiens yang lebih luas, membangun hubungan dengan konsumen, dan meningkatkan penjualan,” papar Andi.
Membantu UKM Memanfaatkan Social Commerce
Memahami kebutuhan UKM, Ninja Xpress menghadirkan solusi inovatif:
- Layanan pembuatan website: Memberikan UKM platform online personal untuk mengembangkan bisnis dan memaksimalkan penjualan di media sosial.
- Layanan foto dan video produk: Meningkatkan kualitas konten produk untuk menarik minat pembeli.
- Ninja Studio: Ruang edukasi dan eksplorasi bagi UKM untuk mempelajari strategi dan tren terbaru di social commerce.
Insight Penting dari Riset Suara UKM Negeri Vol 4:
- Social Commerce Memiliki Audiens Lebih Luas: 48% seller menyatakan social commerce menyediakan lebih banyak pelanggan potensial.
- Mempermudah Menemukan Target Audience: 37% seller merasakan kemudahan dalam menjangkau target audience yang relevan melalui social commerce.
- Membantu Diversifikasi Penjualan: 34% seller melihat social commerce sebagai solusi untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
Tantangan dan Solusi
Meskipun menjanjikan, social commerce juga menghadirkan beberapa tantangan bagi UKM, seperti:
- Membuat Konten Efektif: 50% seller mengaku kesulitan membuat konten yang menarik dan efektif.
- Memahami Algoritma Platform: 48% seller terkendala dengan perubahan algoritma platform social commerce.
Menurut Doni, founder dari Sneakershoot , sebagai penjual alat pembersih sepatu dan juga menyediakan layanan pembersihan sepatu, social commerce menyediakan peluang bagi mereka untuk dapat membangun komunikasi yang baik dan menjaga kepercayaan konsumen.
“Karena misi kami adalah membuat konsumen bahagia. Kalau mereka ga puas? bisa dikembalikan kok. Dan konsep social commerce memudahkan kami berhubungan dengan konsumen kami. Salah satu tantangan nya adalah google authority dimana UKM wajib memiliki website, oleh karena itu dengan Ninja Xpress membantu UKM membuatkan website membantu validitas UKM kami,” akunya.
Sedangkan Uriel Laguarda, brand owner dari Pempek Belida menyebutkan jika tntangan utama dalam pemanfaatan social commerce adalah saat beriklan.
“Untuk mengiklankan produk di sosial media hal yang sangat penting yaitu tepat sasaran baik waktu beriklan maupun tepat sasaran dalam menargetkan audiens disesuaikan dengan waktu-waktu tertentu karena ada masa dimana beriklan lebih mahal di momen tertentu,” tandasnya.[rea/ian]






