Ngawi (beritajatim.com) – Kepulan uap beraroma gurih semerbak saat hidangan timlo disajikan. Sup dengan isian brokoli, bunga kol, jamur kuping, suwiran ayam, hati ayam, dan gulungan kulit lumpia dengan kuah kaldu itu seketika membuat perut siapa saja keroncongan.
Kuliner khas Solo itu bisa ditemukan di Ngawi tepatnya di Taman Jrubong, Jalan Panglima Sudirman Nomor 75B, Jrubong, Jururejo, Kecamatan/ Kabupaten Ngawi. Hanya dengan Rp 12.000 sudah bisa mendapatkan timlo lengkap dengan seporsi nasi putih.
Kebetulan, beritajatim.com berkesempatan mencoba kuliner tersebut. Totok Mulyono sang pengelola menyebut kalau di warungnya, hidangan itulah yang diminati oleh para pengunjung.
Selain harga yang ramah di kantong, soal rasa jangan ditanya.

Gurih rasa kuah kaldunya berbaur dengan lezatnya sayuran yang direbus dalam kuah, ditambah dengan kulit lumpia gorang yang jadi pelengkap hidangan yang cocok disantap saat musim penghujan itu.
‘’Di warung kami ada pecel, nasi goreng, ayam bakar, dan ini yang paling popular dan diminati pengunjung. Hidangan ini memnag khas Solo, kebetulan saya dan istri kenal hidangan ini saat kami sering bepergian di Solo. Dan ada rekan saya yang bisa membuat hidangan ini. Istri saya mempelajari dan akhirnya menyuguhkan menu ini di kawasan Taman Jrubong,’’ kata Totok, Minggu (20/2/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kuliner-ngawi”]
Totok dan sang istri sudah menjalankan bisnis kuliner di Taman Jrubong sejak hampir dua tahun silam. Sebelumnya, hanya ada dua warung di Taman Jrubong. Namun, pihak pengelola memutuskan adanya penambahan warung yang bisa digunakan oleh masyarakat. Total ada delapan tempat yang disiapkan. Enam diantaranya sudah ditempati warga sekitar yang membuka warung di sana. Tak hanya aneka nasi seperti milik Totok, ada juga warung bakso dan mie berikut juga aneka minuman.

Untuk tempat, ada sebagian yang berkonsep out door dan semi outdoor sehingga cocok digunakan untuk berbegai macam acara. Mulai dari rapat resmi hingga pernikahan. Pengunjung bisa memilih tempat yang diinginkan untuk acara didukung dengan enak kuliner yang bisa dipesan untuk berbagai macam acara.
‘’Memang saat ini sempat kembang kempis karena sempat ada pembatasan. Ditambah denga musim penghujan, mayoritas tempat yang outdoor ini kurang diminati. Tapi belakangan ini kondisi semakin membaik. Saat tidak hujan pengunjung tetap ramai,’’ katanya. (fiq/ted)







