Surabaya (beritajatim.com) – Menempuh perjalanan selama satu jam dari Kota Semarang, wisatawan bisa mendatangi tempat wisata edukasi Museum Kereta Api di Nalan Stasiun Nomor 1 Panjang Ambarawa, Jawa Tengah.
Kota kecil di wilayah Jawa Tengah ini memiliki wisata edukasi yang menarik untuk mempelajari perkeretaapian.
Awalnya tempat ini merupakan stasiun aktif yang masih beroperasi. Namun karena banyaknya jalur yang rusak, akhirnya Stasiun Ambarawa dialihfungsikan menjadi museum kereta api.
Dimana setiap pengunjung masuk wajib membayar tiket sebesar Rp20 ribu untuk wisatawan lokal dewasa, anak Rp10 ribu, pelajar Rp10 rb dan wisatawan asing Rp30 ribu.
Para pengunjung bisa menikmati tur wisara kereta api tua mulai dari uap hingga diesel yang tersedia di tempat ini.
Baca Juga:
Referensi Liburan, Big Bear Town Grand City Surabaya
Bukan hanya belajar sejarah tentang perkereta apian, ada paket wisata dengan menggunakan kereta api uap dengan rute sepanjang 35 kilometer dengan tujuan Ambarawa – Bedono atau Ambarawa Tuntang dengan jarak temput 7 Kilometer, para pengunjung cukup dengan membayar Rp 100 ribu perorang.
Salah satu pengunjung dari Pagesangan Surabaya, Unata Dwi mengatakan jika penasaran dengan wisata sejarah ini. Akhirnya datang bersama keluarga dan bisa menjadi referensi ketika berlibur sekolah tempat ia mengajar.
“Menarik sekali selain bisa melihat cerita masa lalu dan mengetahui jenis lokomotif apa yang digunakan dari jaman Belanda sampai sekarang cocok untuk pengetahuan, yang menarik disini juga bisa diaplikasikan dengan kereta wisata dengan menggunakan uap itu yang belum pernah dirasakan oleh masyarakat modern,” ungkapnya.
Baca Juga:
Liburan Murah dan Menyenangkan! Yuk, Naik Suroboyo Bus ke Romokalisari Adventure Land
Bahkan menurutnya dengan wisata kereta ini tidak akan membosankan selama perjalanan karena udara yang sejuk pemandangan yang bagus tentu bisa menjadi cerita tersendiri dan momentnya perlu diabadikan.
“Tadi saya keliling, bagus banget, bisa melihat Gunung Merbabu, Ungaran, sampai ke Telomoyo apalagi naik keretanya tempo dulu, beda dengan naik kereta zaman sekarang,” tutupnya. [way/beq]







