Surabaya (beritajatim.com) – Berikut merupakan artikel yang membahas tentang niat dan tata cara sholat hajat supaya apa yang kita inginkan segera dikabulkan oleh Allah SWT.
Salah satu ibadah yang bisa dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar mengabulkan permintaan kita adalah dengan sholat hajat.
Sholat sunnah ini dikerjakan dengan niat meminta kepada Allah agar terpenuhi segala hajat (keinginan) kita. Bisa dalam hal pekerjaan, jodoh, kesehatan dan rezeki lainnya yang tidak melenceng dari hukum Islam.
Sholat hajat adalah ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan dianjurkan untuk dilaksanakan pula oleh setiap umat muslim. Hal telah banyak dijelaskan dalam hadisnya, yang salah satunya adalah:
أَنَّ رَجُلاً ضَرِيرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ فَقَالَ: ادْعُ اللهَ لِي أَنْ يُعَافِيَنِي. فَقَالَ: إِنْ شِئْتَ أَخَّرْتُ لَكَ وَهُوَ خَيْرٌ وَإِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ. فَقَالَ: ادْعُهْ. فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوءَهُ وَيُصَلِّىَ رَكْعَتَيْنِ وَيَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ. يَا مُحَمَّدُ، إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى. اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ
Artinya: Seseorang yang buta datang kepada Nabi lalu mengatakan, “Berdoalah engkau kepada Allah untukku agar menyembuhkanku.” Beliau shallallau ‘alaihi wa sallam menjawab, “Apabila engkau mau, aku akan menundanya untukmu (di akhirat) dan itu lebih baik. Namun apabila engkau mau, aku akan mendoakanmu.” Orang itu pun mengatakan, “Doakanlah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menyuruhnya untuk berwudhu dan memperbaiki wudhunya, lalu sholat dua rakaat dan berdoa dengan bacaan ini, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafaatnya untukku.” (HR Ibnu Majah).
Dari hadis di atas, maka kita bisa mengambil pembelajaran bahwa Allah SWT akan mengabulkan keinginan hamba-Nya yang memiliki wudhu dengan benar dan melakukan sholat sunnah dua rakaat, yakni sholat hajat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Tata Cara Melakukan Sholat Hajat
Tata cara melaksanakan sholat hajat juga tak jauh berbeda dengan ketika kalian melakukan sholat lima waktu atau sholat sunnah lainnya. Dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan 13 rukun yang wajib dilakukan sebagai syarat sahnya sholat.
• Niat (Boleh dibaca dalam hati)
• Berdiri bagi yang mampu
• Membaca Takbiratul Ihram
• Membaca Doa Iftitah
• Membaca Surat Al-Fatihah
• Membaca Surat Pendek
• Ruku’
• Membaca doa ruku’
• I’Tidal
• Membaca doa i’tidal
• Sujud
• Membaca doa sujud
• Duduk diantara dua sujud
• Doa duduk diantara dua sujud
• Duduk tahiyat akhir
• Membaca doa tahiyat akhir
• Membaca sholawat Nabi Muhammad
• Salam pertama / sebelah kanan
• Salam sebelah kiri
• Tertib
Sedangkan untuk waktu pelaksanaan sholat hajat ini tidak terbatas alias bisa dilakukan kapan saja. Kalian bisa melakukannya di pagi hari seperti sholat dhuha dan di siang hari. Namun lebih dianjurkan untuk mengerjakannya di malam hari terutama di sepertiga malam, hal ini agar suasana yang mendukung untuk ibadah yang lebih khusyu’.
Niat Sholat Hajat
Sama seperti ibadah yang lainnya, diperlukan niat yang menandakan kita bersungguh – sungguh dalam melakukan ibadah tersebut. Adapun niat yang bisa kalian lafadzkan ketika melakukan sholat hajat antara lain:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli Sunnattal Haajati Rok’ataini Lillahi Ta’aalaa
Artinya: “Aku niat melaksanakan sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
[berita-terkait number=”5″ tag=”amalan”]
Doa dan Dzikir Setelah Sholat Hajat
Setelah melakukan sholat hajat, ada hal yang lain yang perlu kalian lakukan sebelum memohon doa kepada Allah, yakni alangkah lebih baik jika kalian berdzikir terlebih dahulu dengan terus mengingat Allah Ta’ala. Ada beberapa bacaan yang bisa kalian lafadzkan, dzikir pertama yakni:
“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adzim”
Artinya: “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar”.
Dzikir kedua:
“Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad”
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada nabi kita Muhammad.”
Kemudian dilanjutkan dengan bacaan doa ini:
“Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban nar”
Artinya: “Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”
Masing – masing dzikir dan doa di atas dibaca sebanyak 10 kali setelah sholat hajat. Setelah itu, barulah kalian bisa berdoa sembari meminta kepada Allah mengenai keinginan yang ingin tercapai tersebut.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil karimil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada‘ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimîn.
Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”
Apabila keinginan kalian belum terkabul seperti yang diharapkan, maka jangan cepat berputus asa dan teruslah berdoa. Ini karena Allah SWT menyukai hamba-Nya yang terus berusaha. (mnd/ian)






