Surabaya (beritajatim.com) – Siapa yang tidak menyukai makanan atau minuman dengan cita rasa manis? Rasanya yang enak memberikan kenikmatan tersendiri di dalam mulut, serta kesegaran bagi tenggorokan. Tidak hanya itu, menyantap hidangan yang manis juga membantu memperbaiki suasana hati saat sedang kacau, sehingga tak heran banyak orang memilih untuk makan cokelat, es krim, atau kudapan manis ketika sedang badmood.
Sebenarnya, tidak ada masalah ketika mengonsumsi makanan manis yang kaya akan gula. Ini karena gula bisa menjadi sumber energi, bahkan banyak ditemukan di makanan dan minuman sehat sepeti buah dan susu. Yang menjadi masalah adalah ketika mengonsumsinya secara berlebihan.
Faktanya, terlalu banyak menyantap gula bisa memicu berbagai penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, atau parahnya lagi, kanker. Tidak penyakit dalam, tetapi gula juga bisa timbulkan masalah-masalah pada kulit yang pastinya mengganggu penampilan. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini!
1. Kantung mata
Tak banyak orang yang mengetahui bahwa konsumsi gula dalam jumlah besar apalagi setiap hari bisa meningkatkan inflamasi, atau dikenal dengan pembengkakan di area bawah mata. Kantung mata atau mata panda terkadang membuat seseorang tidak percaya diri, sehingga terkadang harus bersusah-susah menggunakan cream khusus mata.
Padahal, seorang ahli dermatologi Di Tulane bernama Patricia K. Farris mengatakan pasien-pasiennya yang berhenti konsumsi gula mendapat begitu banyak manfaat, salah satnya adalah berkurangnya kantung mata.
2. Timbulnya tanda-tanda penuaan dini
Penuaan dini menjadi hal yang sangat ditakutkan bagi sebagian orang. Tentu saja, siapa yang tidak ingin terlihat awet muda dengan wajah yang halus dan segar? Sebelum terlambat, ada baiknya kalian mengurangi konsumsi gula sejak dini.
Ini lantaran terlalu banyak kandungan gula atau glukosa dalam tubuh bisa menurunkan elastisitas kolagen yang memicu munculnya kerutan halus. Kolagen dan elastin sendiri merupakan dua jenis protein yang penting untuk menjaga kelenturan dan keremajaan sel kulit. Namun glukosa dan fruktosa yang secara terus menerus kita konsumsi akan merusak kedua protein tersebut, sehingga tidak optimal dalam menjalankan fungsi regerasi sel.
[berita-terkait number=”3″ tag=”skincare”]
3. Jerawat bertambah parah
Selain merusak fungsi kolagen dan elastin, asupan gula juga akan meningkatkan kada insulin dalam tubuh, yang mana memicu produksi sebum lebih banyak di permukaan kulit. Sebum yang menumpuk inilah yang akhirnya akan menutup pori-pori dan menyebabkan jerawat.
Sebuah studi oleh Journal od Pediatrics tahun 2018 meneliti hubungan antara konsumsinya minuman ringan kaya gula dengan jerawat. Hasilnya peneliti menemukan remaja dengan minuman kaya gula akan lebih berisiko terkena masalah jerawat yang parah.
4. Kulit kasar
Selain menimbulkan sebum yang menumpuk, meningkatnya kadar insulin ini juga bisa memicu peradangan kulit. Jadi jangan heran jika kulit akan terlihat kusam, kasar, dan mudah kemerahan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”jerawat”]
5. Peradangan kulit
Kelebihan asupan gula bisa menyebabkan kortisol, di mana hormone stress dalam tubuh melonjak. Akibatnya, akan muncul berbagai kondisi peradangan pada kulit, seperti eksim, rosacea, dan psoriasis. Peradangan sendiri merupakan respon terhadap iritasi yang terjadi pada tubuh.
Nah, jika kalian mulai merasakan gejala-gejala di atas, maka bisa jadi kalian terlalu banyak mengonsumsi gula. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengurangi gula dan menyeimbangkan asupan gizi lainnya. (mnd/ian)






