Ponorogo (beritajatim.com) – Kepulangan jemaah haji asal Ponorogo pada Selasa (19/7) malam, membuat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ngalap berkah. Pada kesempatan menyambut kedatangan ratusan haji itu, Sugiri menyodorkan tiga wadah berisi jajanan kirab pusaka nanti untuk didoakan jemaah haji tersebut.
“Saya tadi malam membawa 3 rinjing berisi permen dan snack atau makanan ringan yang akan dibagikan saat acara kirab pusaka untuk didoakan oleh jemaah haji,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (20/7/2022).
Menurut Kang Giri sapaan karib Sugiri Sancoko, haji yang baru pulang dari Mekkah masih makbul doanya. Sehingga adanya event kirab pusaka nantinya, Ia ingin jajanan yang akan dibagikan untuk penonton kirab untuk didoakan terlebih dahulu. Dengan didoakan jemaah haji yang masih dikelilingi oleh 40 malaikat, Kabupaten Ponorogo juga akan mendapatkan berkah. “Sing pengen sugeh yo ben gek ndang sugeh, njaluk pinter yo ben pinter, urung nduwe anak yo gek ndang nduwe anak, seng jomblo yo ben ketemu jodo ne,” kata Giri.
[berita-terkait number=”5″ tag=”haji”]
Sugiri menggarisbawahi kalau yang Ia lakukan ini tidak ada maksud tertentu. Hal ini semata-mata hanya sebagai upaya untuk Ponorogo mendapatkan berkah. Selain didoakan oleh jemaah haji, rencananya jajanan itu juga akan didoakan lagi dari peserta Simaan Al Qur’an Rabu Pahing yang saat ini bertempat di komplek kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. “Upaya terakhir yakni menyandarkan usaha kepada Allah SWT, biar usaha dilakukan mudah dan lancar,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada Selasa malam, jemaah haji Kabupaten Ponorogo kembali ke bumi reog. Penjemputan jemaah haji yang sebelumnya direncanakan di Pendopo Agung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, akhirnya diganti di kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo. Sebab, komplek Pendopo Agung bakal digunakan untuk kegiatan Simaan Al Quran Rebu Pahing.
Kepala kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo, Moh. Nurul Huda, menceritakan jemaah haji Ponorogo berangkat ke tanah suci pada tanggal 7 Juni 2022 lalu, dan pulang sampai Ponorogo tanggal 19 Juli 2022. Total ada 42 hari, para jemaah berada di tanah suci Saudi Arabia. “Selama 42 hari, kita berada di tanah suci,” ungkap Nurul Huda.
Huda mengungkapkan, seluruh jemaah haji Kabupaten Ponorogo yang merupakan haji reguler ini, menurut Ia merupakan haji plus plus plus. Alasannya, pertama tahun ini bisa berangkat ke tanah suci. Kemudian bisa wukuf di hari jumat, dan itu bisa disebut haji akbar. Yang tak kalah pentingnya, fasilitas dan pelayanan di sana, serasa pelayanan bintang lima. “Fasilitas baik hotel, di Arofah, Musdalifah serasa berada di hotel bintang lima, luarbiasa tahun ini,” katanya. (end/kun)






