Surabaya (beritajatim.com) – Seorang nenek berinisial S (74 tahun) asal Kelurahan Kemayoran, Surabaya meninggal dunia setelah tertamper kerata api di perlintasan rel Jalan Krembangan Mulyo Gang IV, pada Selasa (31/3/2026).
Laporan kejadian itu diterima oleh Command Center 112 Surabaya terjadi sekitar pukul 10.46 WIB. Menurut identifikasi petugas, nenek tersebut tertamper saat melakukan aktivitas menjemur nasi aking (nasi sisa) di samping perlintasan kereta api (KA).
Petugas gabungan kemudian menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi terhadap korban.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan bahwa mengalami luka berat seperti robek pada bagian perut dan kaki.
“Petugas kami bersama tim gabungan segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Saat tiba, korban sudah berada di samping rel dalam kondisi tidak sadar. Kami langsung melakukan pengecekan dan evakuasi bersama PMI untuk dirujuk ke rumah sakit,” ujar Linda.
Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soetomo Surabaya dengan didampingi pihak keluarga. Namun, akibat luka berat yang dialami, korban dinyatakan meninggal dunia.
Linda mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perlintasan kereta api, terutama pada jalur yang tidak dilengkapi palang pintu.
Peristiwa kecelakaan tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Petugas yang berada di lokasi antara lain adalah BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Utara, Polsek Bubutan, serta PMI Kota Surabaya.
“Kami mengimbau warga agar selalu waspada dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel kereta api, guna menghindari kejadian serupa,” ucapnya.
Sementara itu, menurut keterangan petugas kepolisian, kejadian ini bermula saat korban menjemur sisa nasi dan mencuci piring di samping perlintasan kereta api (KA) Jalan Masigit-Kalimas KM 5 + 3 Krembangan, Kota Surabaya.
Tak lama kemudian, lokomotif melintas dari arah stasiun Pasar Turi menuju ke stasiun Kalimas. Korban terseret dari sisi kiri lokomotif hingga 5 meter.
Akibatnya, korban mengalami luka di pelipis kiri, kaki dan tangan patah. Warga setempat dan petugas lalu berupaya mengevakuasi korban ke tempat aman. Sejurus kemudian korban diangkat menuju ambulans untuk dibawa ke RSUD Dr Soetomo.
“Korban yang diduga tidak mendengar akan ada lokomotif melintas tidak sempat menghindar,” tutup Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra. (rma/ian)






