Gresik (beritajatim.com) – Tangan nenek Muasri (65) asal Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Gresik, masih kelihatan memar karena menjadi korban penganiayaan yang dilakukan anak kandungnya sendiri yang bernama Rijal (42). Pemuda yang mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ.
Usai melakukan aksinya, Herman malah langsung kabur, dan hingga kini masih dalam pencarian.
Sejumlah warga yang datang ke lokasi kejadian langsung melaporkan kejadian ini ke perangkat desa, dan dilanjutkan Kepolisian, Koramil, Satpol PP dan Puskesmas setempat.
Anggota Babinsa Koramil Panceng, Serda Saejan menuturkan, nenek Muasri menderita luka memar di bagian tangannya. “Korban langsung kami bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis,” tuturnya, Jumat (22/07/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”penganiayaan”]
Usai mengamankan korban, Serda Saejan, warga dan tim gabungan memburu pelaku yang kabur. “Sudah kami laporkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Gresik untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan, terkait dengan kejadian ini. Dirinya merasa iba dengan kondisi Muasri agar tetap bersabar. Bintara TNI AD ini juga berkomunikasi dengan perangkat desa dan petugas kesehatan untuk berupaya mencari Herman. Dengan tujuan supaya tidak membahayakan masyarakat lain.
“Bagaimanapun ODGJ juga manusia, hanya memiliki kekurangan dari mental. Tangani dengan baik, misalnya bantu menjaga kebersihannya. Saya berpesan kepada masyarakat apabila ada permasalahan jangan sungkan hubungi Babinsa atau petugas yang lain agar mendapatkan solusi,” imbuhnya. [dny/kun]






