Lumajang (beritajatim.com) – Nasib apes dialami Taufik Hidayat, pemuda asal Desa/Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang menjadi korban begal.
Kejadian bermula saat korban diajak teman wanitanya untuk pesta minuman keras bersama tiga orang pemuda lain di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh.
Setelah minum-minum selesai, korban kemudian meminta tolong agar ditunjukkan arah jalan pulang.
Saat itu, Taufik kemudian diantar oleh tiga pemuda yang baru dikenalnya saat minum-minum bersama.
“Ini selesai minum-minum itu jam 2.00, terus saya minta tunjukin jalan pulang. Diantarlah sama tiga orang ini, kenalnya dari pacar saya waktu minum-minum itu. Saya bawa motor sendiri, ini yang anter juga pakai motor sendiri,” ucap Taufik di rumahnya, Selasa (28/4/2026).
Nahasnya, dalam perjalanan itu sepeda motor milik Taufik justru kehabisan bahan bakar di sekitar Jalan Lintas Selatan (JLS) Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.
Secara bersamaan, Taufik juga merasa mual akibat mengkonsumsi miras dengan jumlah berlebih.
“Di perjalanan itu kehabisan bensin, terus saya muntah-muntah waktu berhenti di jembatan. Nah, di sana itu saya dipukuli sama tiga orang yang nganter tadi dan langsung didorong dari jembatan ke sungai. Sudah coba ngelawan tapi gamampu,” tambah Taufik.
Setelah terjatuh ke sungai, kendaraan sepeda motor beserta barang berharga seperti handphone milik korban langsung dibawa kabur ketiga pelaku.
Meski terjatuh ke sungai, beruntungnya korban berhasil selamat berenang ke tepi dan bertemu warga yang membantu untuk mengantar pulang.
“Sesudah dilempar dari atas jembatan ke sungai itu motor sama hp saya dibawa kabur. Untungnya saya masih selamat.Tapi kepala saya luka kena pukul kunci motor,” katanya.
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menjelaskan, laporan terkait peristiwa begal yang dialami korban sudah diterima.
Suprapto menyampaikan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengamankan ketiga pelaku begal tersebut.
“Untuk laporan sudah kami terima dari korban, saat ini proses penyelidikan masih dilakukan,” ungkap Suprapto. (has/aje)






