Kupang (beritajatim.com) – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, sinergi strategis antara PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), subholding BUMN Pelindo, dan Komando Armada II Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang, melahirkan “napas baru” bagi Embung Noelpopo. Sebanyak 5.000 bibit pohon kini menancap di area vital penyedia air baku dan pengendali banjir di Kupang, sebuah inisiatif yang menjadi sorotan dalam upaya keberlanjutan lingkungan, dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan pada 5 Juni 2025 ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bagian dari gerakan masif Pelindo yang secara serentak menanam 40.000 pohon di delapan lokasi berbeda di seluruh Indonesia, menunjukkan skala komitmen BUMN ini terhadap kelestarian lingkungan di berbagai wilayah operasionalnya.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir memberikan dukungan penuh, menegaskan urgensi langkah ini.
“Penanaman pohon bukan hanya upaya simbolik, tetapi langkah strategis untuk menyelamatkan ekosistem dan menjaga ketahanan air di wilayah kita,” ujarnya, memuji kolaborasi apik antara Pelindo dan TNI AL sebagai cerminan tanggung jawab sosial yang patut ditiru. Dukungan pemerintah daerah ini menggarisbawahi pentingnya kemitraan publik-swasta dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Terminal Head TPK Kupang, Zanuar Eka Wijaya, menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya aspek perlindungan lingkungan hidup.
“Kami akan berkolaborasi dengan kelompok tani setempat dalam perawatan dan pemeliharaannya. Kami percaya, sinergi dengan masyarakat lokal adalah kunci keberhasilan jangka panjang,” tegas Zanuar, menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat, dan partisipasi komunitas dalam menjaga investasi lingkungan ini.
Senada dengan itu, Komandan Lantamal VII Kupang, Irwan Sondang Parluhutan Siagian, menegaskan peran krusial TNI AL dalam mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan.
“Kami memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam hal pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir secara berkelanjutan,” jelasnya, menyoroti dimensi pertahanan maritim yang kini melebar ke ranah lingkungan.[rea]






