Bangkalan (beritajatim.com) – Kelangkaan pupuk memasuki musim tanam padi, biasa terjadi di berbagai tempat. Untuk mengantisipasi kelangkaan, stok pupuk di Kabupaten Bangkalan saat ini disediakan sebanyak 15.300 ton.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertahorbun) Kabupaten Bangkalan, memastikan stok pupuk untuk masa tanam periode Oktober – Desember 2022 tidak akan mengalami kelangkaan.
Kepala Dispertapahorbun setempat, Puguh Santoso mengatakan, kuota pupuk untuk Bangkalan masih aman. Sebab realokasi penyaluran pupuk dari Provinsi sekitar 15.300 Ton. “Awalnya memang kuota sebanyak 22.000 ton, tapi pemerintah Provinsi merealokasi menjadi sekitar 15.000 Ton,” terangnya, Kamis (3/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pupuk”]
Ia menambahkan, relokasi kuota menjadi sekitar 15.000 ton tersebut tidak akan membuat pupuk di Bangkalan langka, apalagi kata Puguh, pihaknya kembali meminta tambahan kuota pupuk menjadi 18.500 Ton. “Surat permintaan sudah kami kirim, kalau nanti disetujui oleh Provinsi, maka akan ada tambangan pupuk untuk Bangkalan,” imbuhnya.
Ia juga berharap masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan pupuk di Bangkalan. Ia memastikan tidak akan terjadi kelangkaan dan kebutuhan pupuk seluruh petani bisa terpenuhi selama masa tanam berlangsung. “Insyaallah ketersediaan pupuk aman, sehingga masyarakat khususnya petani tidak perlu khawatir,” pungkasnya.[sar/kun]






