Madiun (beritajatim.com) – Memasuki musim hujan, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (PT JNK) mengimbau para pemudik untuk lebih berhati-hati saat melintas di Tol Ngawi-Kertosono. Demi keselamatan berkendara, pemudik disarankan untuk membatasi kecepatan maksimal 70 km/jam guna menghindari risiko kecelakaan akibat jalan licin dan genangan air.
Direktur Utama PT JNK, Arie Irianto, menegaskan bahwa kondisi hujan bisa meningkatkan risiko kecelakaan di jalan tol. Untuk itu, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan arus mudik tetap lancar dan aman.
“Kami melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi jalan melalui petugas di lapangan, memastikan tidak ada genangan air serta memastikan sistem drainase berfungsi optimal,” ujar Arie saat ditemui Beritajatim.com di Kantor PT JNK, Jumat (28/3/2025).
Sebagai bagian dari persiapan mudik Lebaran, PT JNK menghadirkan tiga layanan utama, yaitu layanan transaksi, layanan preservasi, dan layanan lalu lintas. Layanan transaksi mencakup pemantauan kapasitas gardu tol agar tidak terjadi antrean panjang, sedangkan layanan preservasi berfokus pada penanganan cuaca ekstrem.
Sementara itu, layanan lalu lintas ditujukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di rest area serta menghindari kepadatan.
“Kami terus mengawasi rest area 597 dan 626 agar tetap kondusif dan tidak mengalami kepadatan berlebih yang bisa menghambat kelancaran arus kendaraan,” jelasnya.
Selain itu, PT JNK juga mengingatkan pemudik untuk memastikan saldo kartu tol mencukupi sebelum memasuki jalan tol.
“Hindari mengisi saldo di depan gerbang tol karena dapat menyebabkan antrean dan memperlambat arus kendaraan,” tambah Arie.
Dengan adanya berbagai langkah ini, PT JNK berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung dengan lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan tol. [fiq/ian]






