Ringkasan Berita:
- Polisi menemukan 7 luka tusuk pada tubuh wanita asal Jombang yang tewas di kamar kos Putat Jaya, Surabaya.
- Korban bernama Suharti Ningsih (51) ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan bersimbah darah.
- Polisi masih melakukan penyelidikan dan telah memeriksa 4 saksi untuk mengungkap pelaku.
Surabaya (beritajatim.com) – Polisi mengungkap temuan baru dalam kasus kematian tragis seorang wanita asal Jombang yang ditemukan tewas di kamar kos kawasan Putat Jaya, Surabaya, pada Kamis (25/6/2026). Korban diketahui bernama Suharti Ningsih (51), yang ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan tanpa sehelai benang di tubuhnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengungkapkan hasil pemeriksaan tim autopsi menunjukkan adanya sejumlah luka serius pada tubuh korban.
“Ada tujuh luka tusuk yang ditemukan oleh tim autopsi,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto, Minggu (28/6/2026).
Dari hasil penyelidikan awal, tujuh luka tusuk tersebut ditemukan di bagian tangan, dada, dan perut korban. Polisi juga memperkirakan waktu kematian korban tidak lama sebelum jasadnya ditemukan oleh warga.
“Waktu kematian kurang dari 24 jam sebelum ditemukan. Sampai saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan,” terang Edy.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami aktivitas terakhir korban dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Proses pemeriksaan saksi juga terus berjalan untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut. “Sudah 4 saksi. Mohon doanya semoga (pelaku) cepat tertangkap,” tegasnya.
Sebelumnya, warga kawasan Putat Jaya II digemparkan dengan penemuan jasad perempuan di salah satu kamar kos pada Kamis malam. Korban berinisial SN (51) asal Jombang itu pertama kali ditemukan oleh warga setelah pemilik kos curiga karena korban tidak merespons panggilan.
Umar (25), salah satu warga, mengatakan penemuan bermula ketika anggota keluarga kos hendak mengambil kunci yang sebelumnya dititipkan kepada korban. Namun, saat dipanggil, korban tidak merespons hingga akhirnya pintu kamar didobrak.
“Sempat didobrak bersama warga. Pas berhasil korban sudah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah,” kata Umar.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat kampung dan pihak kepolisian. Tak lama kemudian, petugas dari kepolisian bersama Tim Inafis datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Kapolsek Sawahan Kompol Muljono menyebut korban merupakan warga Jombang yang bekerja di Surabaya.
Kasus ini masih dalam penanganan intensif Polrestabes Surabaya, sementara polisi terus menelusuri motif serta pelaku di balik pembunuhan tersebut. [ang/suf]






