Gresik (beritajatim.com)- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, mengadakan Halaqoh Ulama dan Umara dengan tema ‘Mewujudkan Pemilu Bahagia’. Dalam kesempatan tersebut, MUI menganggap penting untuk mengangkat tema itu karena di tingkat bawah seringkali pemilu yang harusnya menjadi sarana kedaulatan rakyat untuk memilih wakilnya. Namun, menyebabkan ketegangan ditingkat bawah.
“MUI punya peran penting, yaitu dalam menjaga ukhuwah islamiyah, wathoniyah, serta insaniyah, maka penting bagi MUI untuk ikut serta dalam mewujudkan pemilu bahagia,” terang Ketua Umum MUI Gresik, KH. Mansoer Shodiq, Minggu (17/12/2023).
Ia manambahkan, MUI juga mengajak para peserta pemilu, untuk menjaga kondisi Gresik dan masyarakatnya agar tetap dalam kondisi yang aman dan damai. “Untuk masyarakat pemilih, mari saling menghormati pilihan masing-masing, karena itu adalah wujud nyata pemilu yang demokratis,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten II Sekda Kabupaten Gresik, Edi Siswoyo mengatakan pemilu bukan hanya sekedar tugas KPU dan Bawaslu, namun juga peran pemerintah daerah dalam menyukseskan Pemilu 2024, di kabupaten Gresik sangat penting
“Sangat penting juga menjadi pemahaman bersama, bahwa pemilihan ini bukan ajang pecah belah, maka harus kita sambut dengan bahagia,” katanya.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Gresik KH Mulyadi, menerangkan bahwa bangsa ini merindukan suasana pemilu yang teduh, damai serta membahagiakan, sehingga bisa lahir pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat. “Kami harapkan, bahwa perbedaan dalam pilihan politik, jangan sampai mengganggu kebhinekaan kita,” ungkapnya.
Hal senada juga dikemukakan KH Thoha Mahsun Ketua PD Muhammadiyah Gresik yang menuturkan, beberapa konsep, yang bisa mewujudkan pemilu bahagia. “Kita musti mendorong partisipasi aktif warga muslim dalam pemilihan umum, sesuai dengan ajaran Islam yang menghargai tanggung jawab sosial dan kewajiban berpartisipasi dalam urusan masyarakat,” pungkasnya. [dny/kun]






