Jember (beritajatim.com) – Sektor budidaya tembakau memunculkan dilema. Pemerintah masih membutuhkan cukai rokok dan tembakau. Namun di sisi lain, masih banyak penolakan terhadap tembakau.
“Kata kuncinya kita harus adil kepada semua. Potensi ekonomi tembakau ini besar sekali. Pemerintah harus memperhatikan. Tidak membiarkan dan mengabaikan,” kata Muhaimin Iskandar, calon wakil presiden nomor urut 1, usai acara ‘Slepet Imin’, di halaman Kota Cinema Mall, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2024) malam.
Apalagi, lanjut Muhaimin, tembakau Jember bisa bersaing di tingkat global. “Kualitasnya, model cara produksinya, betul-betul potensial untuk keunggulan ekonomi kita. Kita tentu harus mewujudkan perhatian, baik berupa pupuk maupun fasilitas-fasilitas permodalan yang memungkinkan petani tembakau tumbuh,” katanya.
Dalam acara Slepet Imin, Muhaimin menyebut Jember identik dengan tembakau. Pernyataan itu sempat disambut tepuk tangan ratusan hadirian. “Jember dari zaman sebelum kemerdekaan sangat terkenal di dunia jadi produsen tembakau. Bahkan kualitasnya bisa menyaingi Amerika Selatan, menyaingi berbagai negara produsen cerutu dunia. Bahkan Jember ini terkenal sampai seluruh dunia,” katanya.
“Dan nasib (petani tembakau di) Jember ini memang sama dengan petani-petani yang lain. Nasib petani tembakau belum mendapatkan kenikmatan sesuai nama besarnya. Di sisi lain, cerutu ini pasarnya juga khas. Moga-moga Jember unggul di masa yang akan datang, seperti unggulnya tembakau di masa lalu,” kata Muhaimin. [wir]






