Jember (beritajatim.com) – Muhaimin Iskandar, calon wakil presiden nomor urut 1, memastikan akan muncul koalisi baru dalam pemilihan presiden putaran kedua. Saat ini dia tidak terlalu ambil pusing dengan hasil survei yang tidak menempatkannya bersama calon presiden Anies Baswedan di posisi elektabilitas teratas.
“Potensi putaran kedua, tentu pasti akan ada koalisi baru. Kalau dua putaran, maka akan ada namanya komposisi koalisi baru. Pasti. Bagaimana, bagaimana, nanti kita lihat. Kita harus diskusi dengan teman-teman anggota koalisi,” kata Muhaimin, usai acara ‘Slepet Imin’, di halaman Kota Cinema Mall, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2024) malam.
Khusus untuk di Jawa Timur, Muhaimin manergetkan perolehan suara sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa pada Pemilu 2019. “Tahun lalu pemenang suara terbanyak di Jawa Timur kan PKB, sehingga PKB bertahan sekaligus Amin suaranya sama dengan PKB, 30-50 persen,” katanya.
Muhaimin tak berminat menanggapi terlalu jauh hasil survei sejumlah lembaga yang dilansir akhir-akhir ini. “Kalau survei mah, terserah-terserah aja. Itu tergantung siapa yang membiayai. Tapi yang jelas semua masukan, semua survei. adalah masukan buat Amin (Anies-Muhaimin) untuk bekerja lebih keras lagi. Kami tidak percaya sama survei, karena survei pasti ada sponsornya,” katanya.
Soal fenomena dukungan dari kalangan nahdliyyin yang tak semuanya mendukung Amin, Muhaimin menyebut, semua tergantung pada pihak yang melakukan survei. “Secara umum, kita akan buktikan dalam sensus 14 Februari 2024. Kami juga melakukan survei pada akhir bulan,” katanya.
Ditanya soal debat terakhir kandidat presiden, Minggu (4/2/2024), Muhaimin menegaskan, hal terpenting yang harus dikuasai adalah kesiapan data, fakta, prospek masa depan, visi ke depan, dan pernik-pernik kemampuan kandidat. “Insyaallah non problem,” katanya. [wir]






