Malang(beritajatim.com) – Hiswana Migas Malang memprediksi ada kenaikan 15 persen konsumsi LPG 3 Kilogram di Malang Raya saat musim mudik dan balik lebaran Idul Fitri 2026. Meski begitu, mereka memastikan baik stok LPG maupun BBM untuk Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu aman.
Ketua DPC Hiswana Migas Malang, Ahmad Basori mengatakan mereka bersama Pertamina Patraniaga akan mendistribusikan BBM dan LPG tanpa libur meski memasuki masa cuti lebaran. Langkah ini untuk mengantisipasi kenaikan permintaan sekaligus meredam isu kelangkaan BBM dan LPG di momen lebaran 2026.
“Stok BBM dan LPG sudah kami antisipasi. Untuk LPG 3 Kilogram prediksi naik 15 persen dari hari biasa. Untuk penyaluran normal kami 39 ribu di Kota Malang, 119 ribu di Kabupaten Malang dan 14 ribu untuk Kota Batu,” kata Basori, Senin, (16/3/2026).
Basori menuturkan, masyarakat tidak perlu panic buying menghadapi musim mudik dan balik lebaran. Karena, mereka memastikan stok dan skema pendistribusian telah dipersiapkan dengan baik agar masyarakat merayakan lebaran dengan tenang tanpa khawatir stok BBM dan LPG kosong.
“Persiapan mudik lebaran untuk keamanan stok kami sudah siap, dari pertamina sudah mengamankan itu. Sehingga kami berharap kepada masyarakat untuk tidak panic buying, untuk tidak melakukan pembelian lebih dari kebutuhan. Baik itu LPG maupun bbm, karena itu yang akan menyulitkan semua pihak,” ujar Basori.
Hiswana sendiri akan terus memantau distribusi LPG selama libur panjang Idul Fitri sejak 15 Maret hingga 28 Maret 2026. Ribuan agen LPG kini berstatus pangkalan siaga demi menjaga stok LPG tetap aman di masyarakat.
“Hiswana tetap kerja 24 jam tidak libur dalam pendistribusian BBM dan LPG. Untuk LPG juga sudah ada pangkalan dan agen LPG siaga untuk lebaran ini,” kata Basori.
Sementara itu Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi meminta masyarakat tetap tenang. Dia memastikan kondisi stok BBM dan LPG di wilayah Jatimbalinus saat ini berada pada level yang aman.
“Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di momen Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Ketersediaan ini terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan dan ditambah pola build up stock yang sudah dijalankan semenjak jelang Bulan Ramadan,” ujar Ahad.
Sejauh ini Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjamin, pendistribusian BBM ke lembaga penyalur berjalan lancar tanpa kendala berarti. Mereka terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan guna mengantisipasi dinamika maupun potensi gangguan saat distribusi.
“Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga mengimplementasikan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok dan distribusi energi. Berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga, dengan tetap memprioritaskan keselamatan pekerja, keamanan aset, serta keberlangsungan operasional melalui pemantauan intensif dan penguatan manajemen risiko,” kata Ahad.
Persiapan Arus Mudik Lebaran
Terkait momen arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah memulai Kick Off Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri sejak Senin, 9 Maret 2026 kemarin. Satgas ini dibentuk untuk memastikan kesiapan infrastruktur, suplai, serta layanan energi bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
“Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik dalam membeli BBM sesuai kebutuhan. Apabila menemukan pelanggaran atau ketidaknyamanan di lembaga penyalur, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135,” ujar Ahad. (luc/aje)






