Malang (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menetapkan masa Angkutan Lebaran 1446 Hijriah atau tahun 2025 selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025.
Pada hari pertama masa angkutan Lebaran, sebanyak 3.991 pelanggan berangkat dari Stasiun Malang, sementara pelanggan yang turun di stasiun tersebut tercatat sebanyak 1.826 orang.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyebut mayoritas pelanggan dari Stasiun Malang memiliki tujuan ke Jember, Banyuwangi, Semarang, Yogyakarta, hingga Jakarta.
“Untuk kereta api jarak jauh favorit yaitu KA Tawangalun relasi Malang – Banyuwangi, KA Jayabaya relasi Malang – Pasarsenen, KA Majapahit relasi Malang – Pasarsenen, dan KA Malioboro Ekspres relasi Malang – Purwokerto,” ujar Luqman, Sabtu (22/3/2025).
Di wilayah Daop 8 Surabaya, KAI mengoperasikan 13 kereta api jarak jauh dari Stasiun Malang, yang terdiri dari 11 KA reguler dan 2 KA tambahan khusus Lebaran. Total kapasitas yang disediakan mencapai 6.614 tempat duduk setiap harinya.
Luqman juga menyebutkan bahwa puncak arus mudik di Stasiun Malang diperkirakan terjadi pada 28 Maret (H-3 Lebaran), dengan jumlah tiket yang sudah terjual sebanyak 3.322. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan pada 5 April dengan jumlah tiket terjual mencapai 2.215.
“Dari data sementara, puncak tertinggi pelanggan di Stasiun Malang pada masa mudik terjadi pada 28 Maret atau H-3 nanti. Dengan tiket yang terjual sebanyak 3.322, sedang pada arus balik terjadi pada tanggal 5 April, sebanyak 2.215 tiket terjual pada tanggal tersebut. Data masih akan terus bertambah karena pemesanan tiket KA masih bisa dilakukan secara online,” tambah Luqman.
KAI juga mengimbau pelanggan yang akan melakukan pemesanan tiket KA jarak jauh agar memperhatikan kembali data identitas diri, jadwal perjalanan, serta rute yang dipilih. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan input data, mengingat tingginya minat masyarakat terhadap perjalanan dengan kereta api selama masa angkutan Lebaran.
“KAI siap melayani pelanggan dengan sepenuh hati selama masa angkutan Lebaran. Melalui penambahan perjalanan kereta api, peningkatan layanan, serta komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan, KAI memastikan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan lebih berkesan,” tutup Luqman. [luc/suf]






