Sumenep (beritajatim.com) – Program Mudik Gratis ke Kepulauan Sumenep yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep diwarnai kabar kurang sedap. Muncul tudingan program tersebut tak sepenuhnya gratis lantaran ada sebagian penumpang mengaku tetap dipungut biaya.
Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, ratusan penumpang diminta membayar uang tiket di atas kapal. Padahal, kapal yang mereka tumpangi adalah armada untuk mudik gratis.
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, langsung memberikan tanggapan atas kabar tak sedap itu. Dia menegaskan mereka dimintai uang di atas kapal adalah penumpang yang tidak memegang tiket mudik gratis.
“Kemarin itu kapal over load. Semestinya 380 penumpang, ternyata yang naik kapal 520 orang. Jadi ada penumpang yang langsung masuk kapal, tanpa memegang tiket,” ujar Fauzi, Senin (25/04/2022).
Fauzi mengatakan para peserta mudik gratis diharuskan memegang tiket yang sudah ditanggung oleh Pemkab Sumenep. Jika tidak, maka akan ditarik uang tiket saat di atas kapal.
“Jadi yang memungut itu bukan Pemkab, tapi pihak kapal karena mereka tidak mengantongi tiket,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Sumenep”]
Fauzi meminta agar semua calon penumpang kapal mudik gratis ke kepulauan itu mendaftarkan diri terlebih dulu untuk mendapatkan tiket. Karena pada prinsipnya, Pemkab menanggung biaya naik kapal lewat tiket.
“Mudik gratis ini saya pastikan benar-benar gratis. Tidak ada pungutan. Tetapi ya itu tadi, penumpang harus memiliki tiket kapal,” tandasnya.
Pemkab Sumenep menggelar program mudik gratis ke Kepulauan Sumenep mulai 23-30 April 2022. Rute mudik gratis yang disiapkan dari Pelabuhan Kalianget ke seluruh wilayah kepulauan, yakni Pulau Sepudi, Raas, Kangean, Sapeken, dan Masalembu.
Kapal yang termasuk dalam armada mudik gratis diantaranya Kapal Sabuk Nusantara, Kapal Munggiyango Hulalo, Kapal Satya Kencana, Kapal Dharma Kartika, dan Kapal DBS III. Jadwal mudik gratis ke kepulauan tersebut mengikuti jadwal kapal reguler. (tem/beq)






