Malang (beritajatim.com) – Tasyji’ul Himmah Ma’had Sunan Ampel Al-Aly (MSAA) UIN Malang dilangsungkan untuk memperkuat solidaritas musyrif dan musyrifah. H. Ghufron Hambali, M.HI ketua pelaksana kegiatan, menjelaskan jika acara ini bertujuan untuk mengeratkan solidaritas dan menguatkan kembali semangat mengabdi.
“Kita berkumpul disini, tujuannya tidak lain adalah menguatkan kembali semangat mengabdi di Ma’had tercinta. Tentunya dengan suasana yang lebih segar dengan tetap mengedepankan akhlak,” kata Ghufron pada Senin (28/11/2022)..
Kegiatan yang dilangsungkan di Bumi Perkemahan Bedengan ini sudah menjadi rutinitas tahunan MSAA Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Namun tahun lalu, sempat tertunda akibat efek Covid-19. Meski hanya dilaksanakan selama setengah hari, namun euforia dan kebersamaan dari kegiatan ini begitu luar biasa.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UIN-Malang”]
“Gelak tawa dan semangat berkompetisi tampak dari seluruh peserta yang hadir. Semoga setelah terselenggaranya kegiatan ini, teman-teman sekalian bisa membawa suasana baru yang lebih baik untuk MSAA,” ujarnya melanjutkan.
Tasyji’ul Himmah itu sendiri diisi dengan lomba yang bertujuan untuk semakin merekatkan dan menguatkan solidaritas pengurus Ma’had. Adapun lomba-lomba yang dilaksanakan diantaranya SERUNI (SEmarak UNtuk Berekspresi), KAKTUS (KAret tusuK unTUK Sedotan), TULIP (Tarik ULur kompetitiP), KENANGA (Koin ENAk tepuNG mengangA), VIOLET (Voll enjOy anti leLET), EDELWEIS (Enak DEngan Latihan WatEr Ih maniS), dan SAKURA (SArung Kompetisi Untuk RAkyat).
Di sesi akhir, peserta terbaik dari masing-masing lomba mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi dari panitia. Total ada 242 peserta dari 11 asrama yang hadir dalam kegiatan pada hari Minggu 27 November 2022 itu. ) dari pukul 07.00 WIB sampai 12.00.
Sebagai informasi MSAA UIN Malang terbagi menjadi dua, yaitu asrama untuk laki-laki dan asrama untuk perempuan. Mabna laki-laki diantaranya mabna Al-Ghazali, mabna Ibnu Rusyd, mabna Ibnu Sina, mabna Ibnu Khaldun, mabna Al-Muhasibi, dan mabna Al-Farabi. Sementara untuk mabna perempuan, terdiri dari mabna Ummu Salamah , mabna Fatimah Az-Zahra, mabna Khadijah Al-Kubro , dan mabna Asma-Binti Abi Bakar. (dan/kun)






