Magetan (beritajatim.com) – Kehidupan warga Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, kini dibayangi oleh ancaman belasan ekor monyet liar. Primata-primata tersebut tak hanya merusak rumah dan properti warga, namun juga mengancam sumber mata pencaharian mereka.
Dalam beberapa bulan terakhir, monyet ekor panjang tersebut kerap terlihat berkeliaran di pemukiman warga. Mereka merusak atap rumah, mengambil jemuran pakaian, dan bahkan merusak tanaman pertanian seperti bawang merah.
Kartono, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa monyet tersebut diduga turun dari gunung karena kelaparan. “Dari gunung itu turun ke bawah sekarang di kampung, merusak tanaman, jemuran, atap rumah. Jumlahnya belasan, diduga kelaparan mencari makan,” ujarnya, Sabtu (07/09/2024)
Senada dengan Kartono, Kapa Wahyudi, seorang petani, juga mengeluhkan kerusakan pada tanamannya. “Tidak menyerang, tapi merusak tanaman bawang merah, loncat-loncat dicabuti dimakan. Jumlahnya belasan,” ungkapnya.
Kehadiran monyet liar ini semakin mengkhawatirkan karena di pemukiman tersebut banyak anak kecil. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, sebelum menimbulkan korban jiwa atau kerugian yang lebih besar.
Terpisah, Kepala Bidang Wilayah 1 Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Madiun Agustinus Krisdijantoro mengatakan pihaknya akan mengecek dahulu ke lapangan. Yang mana nantinya akan berkoordinasi dengan Perhutani dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan.
“Dalam waktu dekat kami akan cek langsung ke lapangan dulu, kemudian kita lakukan langkah berikutnya dengan dinas terkait. Karena hal ini tidak bisa dilakukan sendiri,” pungkasnya. [kun]






