Persebaya memperoleh momentum yang langka saat menghadapi Persis Solo, di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (2/11/2025). Setelah tiga kali gagal menuai hasil sempurna, Bajul Ijo bisa membekuk tim tamu 2-1 di hadapan 9.428 penonton.
Setelah tertinggal pada menit 15 melalui gol Kodai Tanaka, Persebaya berhasil membalik keadaan melalui Mihailo Perovic pada menit 45+2 dan Francisco Rivera pada menit 51.
Permainan Persebaya masih belum berubah: tidak enak ditonton. Persis bermain tanpa rasa takut dan menguasai 54 persen permainan. Tembakan tepat sasaran Sho Yamamoto dan kawan-kawan lebih banyak (6 kali) dibandingkan Persebaya (5 kali).
Namun setidaknya kemenangan ini menjadi momentum yang langka bagi Persebaya. Cara Persebaya meraih tiga angka menunjukkan bahwa misi kemenangan bukanlah hal yang mustahil. Selama ini setiap kali tertinggal, Bruno Moreira dan kawan-kawan senantiasa sulit untuk bangkit.
Ini juga menjadi momentum bagi lini serang Persebaya. Selama ini publik memyoroti kinerja lini depan yang hanya mencetak sembilan gol hingga pekan ke-8. Sama rendahnya dengan produktivitas tim-tim zona degradasi.
Sebelum berhadapan dengan Persis, Mihailo Perovic baru mencetak sebiji gol. Gol yang dicetaknya berkat operan Gali Freitas seharusnya menjadi awal yang bagus untuk mempertebal rekor. Selama ini Perovic tak berkutik karena terisolasi dari dukungan lini tengah.
Kini pelatih Persebaya Edu Perez harus mencari cara untuk membuat Perovic bisa bebas bergerak mencari ruang. Tak ada jalan lain kecuali menggunakan pemain-pemain lain uintuk menggeser perhatian pemain lawan dati Perovic.
Kelincahan Bruno dalam pertandingan melawan Persis bisa menarik pergerakan dua pemain lawan. Tentu ini menghadirkan ruang kosong yang bisa dieksploitasi pemain lain seperti Perovic. Gali Freitas punya potensi besar untuk memanfaatkan ruang kosong itu memberikan operan kepada Perovic atau memgeksekusi bola sendiri.
Semoga momentum ini tidak disia-siakan saat menghadapi Persik Kediri, Jumat (7/11/2025). [wir]






