Ponorogo (beritajatim.com) – Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Pertamina bersama Hiswana Migas Kabupaten Ponorogo memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kilogram. Monitoring dilakukan langsung di lapangan sejak awal Juni, sebagai respons terhadap potensi lonjakan konsumsi energi saat perayaan keagamaan.
“Momentum seperti Iduladha ini memang rawan peningkatan kebutuhan LPG. Maka kami tidak ingin hanya menunggu laporan, kami turun langsung,” ungkap Ramsa Rolanda, Koordinator Wilayah Hiswana Migas Ponorogo, Jumat (6/6/2025).
Monitoring dilakukan menyeluruh, mulai dari agen, pangkalan, hingga distribusi tingkat kecamatan. Petugas mencatat jumlah stok, kecepatan pengiriman, hingga kendala teknis yang mungkin muncul. Dari hasil pantauan, distribusi terpantau lancar dan tidak ditemukan gangguan serius.
“Semua jalur berjalan normal. Kami pastikan tidak ada hambatan berarti, baik dari sisi pasokan maupun penyaluran,” jelas Ramsa.
Sebagai bentuk antisipasi, Pertamina juga menggelontorkan tambahan pasokan sebanyak 24.240 tabung LPG 3 kg khusus untuk wilayah Ponorogo. Langkah ini ditempuh agar masyarakat tetap dapat mengakses energi dengan mudah, meski permintaan naik tajam.
Monitoring kali ini bukan hanya memeriksa jumlah pasokan. Petugas juga memastikan bahwa agen dan pangkalan menjalankan standar pelayanan, menjaga harga sesuai ketentuan, serta menyampaikan informasi yang benar kepada konsumen.
“Kami juga menilai cara agen melayani masyarakat. Transparansi dan keterbukaan jadi fokus kami,” tambah Ramsa.
Langkah ini diambil untuk menangkal kepanikan yang kerap muncul akibat kabar kelangkaan di media sosial, yang tidak jarang menyesatkan. Selama libur Iduladha, Pertamina menjamin distribusi tidak berhenti. Agen dan pangkalan tetap beroperasi secara bergilir. Distribusi fakultatif juga disiapkan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang berpotensi kekurangan pasokan.
“Libur bukan alasan untuk layanan berhenti. Monitoring tetap berjalan, bahkan saat hari-H,” tegas Ramsa.
Selain memantau, tim monitoring juga melakukan edukasi langsung ke masyarakat. Warga diingatkan agar membeli LPG sesuai kebutuhan, tidak menimbun, dan memahami bahwa LPG 3 kg adalah subsidi untuk rumah tangga tidak mampu.
“Kami tidak hanya mengawasi, tapi juga menjelaskan. Kami ingin masyarakat tidak salah paham soal distribusi energi,” pungkas Ramsa. (End






