Ponorogo (beritajatim.com) – Untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity, vaksinasi Covid-19 di Ponorogo terus digenjot. Berbagai pihak turut serta dalam mencapai herd immunity tersebut. Bahkan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menerjunkan mobil vaksin kelilingnya ke bumi reyog. Meski hanya singgah selama dua hari, yakni tanggal 14-15 Desember 2021, mobil vaksin itu akan memaksimalkan keberadaannya untuk melakukan vaksinasi masyarakat Ponorogo.
“Mobil vaksin dari Kemenparekraf datang kesini untuk mendukung Ponorogo menuju PPKM level 2. Selain itu juga supaya segera tercapai herd immunity,” kata Kabid Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Disbudparpora Ponorogo, Farida Nuraini, Rabu (15/12/2021).
Farida menyebut jika saat ini Ponorogo berada di PPKM level 3. Hal itu dikarenakan capaian vaksinasi untuk lanjut usia (lansia) masih sekitar 38 persen. Sementara untuk turun ke level 2, capaian vaksinasi lansia minimal 40 persen. Sehingga permasalahan itulah yang melatarbelakangi mobil vaksin keliling Kemenparekraf menuju Ponorogo. Dengan begitu diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan vaksin Covid-19.
Diakui Farida, status PPKM level 3 ini, membuat Ponorogo tidak diperkenankan untuk membuka industri maupun destinasi wisatanya. Sementara proses pembukaan pariwisata diserahkan ke kabupaten atau kota jika suatu daerah itu sudah berstatus PPKM level 2. Itu pun pembukaan harus dengan protokol kesehatan yang ketat. Wajib memakai masker dan menjaga jarak tanpa berkerumun.
“Jika sudah level 3 industri atau destinasi wisata dibuka kembali. Nantinya akan ada evaluasi dan diberi contoh industri atau destinasi yang layak untuk bisa buka. Tentunya dengan protokol kesehatan (prokes),” Pungkasnya.
Sementara itu Wastuti, perwakilan dari Kemenparekraf menyebut mobil vaksin keliling ini akan singgahndi 5 tempat di Jawa Timur. Pertama mobil terparkir melakukan vaksinasi di Kabupaten Ngawi. Kemudian menuju Madiun dan lanjut ke Ponorogo.
“Setiap tempat hanya 2 hari, setelah dari Ponorogo ini, rencananya mau ke Kabupaten Nganjuk dan Kediri,” kata Wastuti.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Dalam dua hari di Ponorogo, setiap harinya mobil vaksin keliling itu ditargetkan 400 dosis untuk masyarakat. Hari pertama di Balaidesa Siwalan Kecamatan Mlarak, pihaknya berhasil melakukan vaksin, bahkan melalui target. Jika targetnya hanya 400 dosis, kemarin tercatat ada 425 dosis yang disuntikkan ke masyarakat. Sedangkan untuk hari kedua, dilaksanakan di Desa Nongkodono Kecamatan Kauman.
“Hari ini atau hari terakhir targetnya juga sampa 400 orang. Namun, karena lokasinya sering diadakan vaksin, maka warga yang ikut tidak seramai kemarin,” pungkasnya. [end/ribut]







