Surabaya (beritajatim.com) – Bocah Wonokromo, Kota Surabaya, ditemukan tewas mengambang di sungai, Kamis (07/08/2023) siang. Lutvanzen Schech Elfarouq (11) itu diduga tenggelam saat bermain di pinggiran sungai jalan Pulo Wonokromo.
Mario (26) warga Pulo Wonokromo, yang menemukan jenazah Lutvanzen, mengatakan bahwa dirinya sedang mancing saat itu. Kondisi jenazah mengapung sedikit ke tengah sungai. Ia pun memanggil kakaknya untuk memastikan dan mengevakuasi jenazah itu ke pinggir sungai.
“Posisi jenazah tengkurap. Lalu saya memanggil kakak saya, yang meminggirkan ke pinggir kakak saya. Terus lapor ke pengurus RT,” ujar Mario diwawancarai awak media.
Dari keterangan paman korban, Lutvanzen memiliki kondisi autis yang aktif bergerak. Biasanya hanya bermain sendirian di depan rumah. Ini kali pertama Lutvanzen bermain di pinggir sungai.
“Autis sejak kecil. Gak pernah main ke air. Nggak pernah main sama temannya. Di rumah aja dia,” tutur Paman Korban, Ahmad Zainuri.
Keterangan berbeda diungkapkan oleh tetangga korban bernama Johan. Menururnya, korban beberapa kali ketahuan bermain di pinggir sungai.
Bahkan, korban pernah ketahuan melempar ayam ke sungai dan tampak asyik bermain sendiri. Johan menambahkan dirinya sempat melihat korban memakai celana dalam berwarna kuning tanpa memakai baju dan celana sebelum hilang tenggelam.
“Ya siang siang begini punya kecenderungan main sendiri. Memang anaknya gitu autis. Lari aja. Kalau keluar (pagar) lari keluar jalan. Gak tahu motor atau mobil. Sering pokoknya,” tutupnya.
BACA JUGA:
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, AKP I Made Sutanaya mengatakan keseharian korban dirawat oleh pamannya. Karena kedua orang tuanya bekerja di Dinas Perdagangan Kota Surabaya. Kini, jenazah Lutvanzen sudah dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk dilakukan pemeriksaan.
“Bukan kabur dari rumah, biasa keluar dari rumah ditemukan tetangganya pak Mario sudah ngambang,” pungkas Made. [ang/but]






