Blitar (beritajatim.com) – Lukisan Bapak Proklamator yang berada di Perpustakaan Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, menghadirkan misteri yang hingga kini belum terungkap. Lukisan karya IB Said tersebut menarik perhatian para pengunjung dengan klaim bahwa lukisan ini memiliki jantung yang seakan-akan bisa berdetak.
Pada pandangan pertama, tidak ada yang aneh dari lukisan dengan ukuran 150 centimeter x 175 centimeter yang menghiasi pintu galeri Perpustakaan Bung Karno tersebut. Lukisan tersebut menampilkan sosok Bung Karno yang tegap dengan jas dan kopiah khasnya.
Namun, banyak pengunjung museum mengaku telah menyaksikan bagian dada Bung Karno pada lukisan itu bergerak seolah-olah bernapas. Salah satunya adalah pengalaman Hasan, seorang pengunjung asal Kediri, yang merasa terpesona oleh lukisan tersebut yang seolah-olah hidup dengan detak jantungnya.
“Iya, seolah-olah ada napasnya, bagian tengah atau jantungnya seolah berdetak, saya penasaran,” ujar Hasan saat mengunjungi galeri Perpustakaan Bung Karno Kota Blitar pada Kamis (17/8/2023).
BACA JUGA:
Belum Resmi Mundur Wabup Blitar Tidak Ikut Ziarah Kemerdekaan di Makam Bung Karno
Fenomena ini juga diakui oleh Hendriyanto, Pustakawan Ahli Muda dari Perpustakaan Nasional Bung Karno. Meskipun misteri ini terdengar menarik, Perpusnas belum melakukan penelitian ilmiah untuk menjelaskan fenomena berdetaknya jantung Bung Karno pada lukisan yang diciptakan pada tahun 2001 tersebut.
“Kami belum pernah melakukan penelitian ilmiah atau analisis terhadap fenomena lukisan ini yang bisa berdetak jantung. Kami lebih sering mengajak para pengunjung untuk memandang ini sebagai suatu bentuk interpretasi pribadi mereka, untuk merangsang rasa kritis mereka dan menggali lebih dalam koleksi kami,” kata Hendriyanto.
Lukisan Bung Karno yang diyakini memiliki detak jantung ini baru dipajang di galeri Perpustakaan Bung Karno pada tahun 2004. Sebelumnya, lukisan ini disimpan di Istana Bogor.
Meskipun terbungkus dalam aura mistis, perpustakaan Bung Karno tetap berfokus pada pendidikan dan pembelajaran. Mereka tidak ingin menyoroti sisi mistis dari lukisan ini. Oleh karena itu, interpretasi tentang fenomena ini dibiarkan kepada para pengunjung.
BACA JUGA:
Patung Bung Karno di Blitar Diperbaiki, Dana 98 Juta Digelontorkan
Perpustakaan Bung Karno Kota Blitar juga memiliki pandangan alternatif terkait fenomena ini. Kemungkinan, efek ini muncul akibat kanvas yang tipis dan lebar lukisan yang sensitif terhadap getaran dari langkah pengunjung atau angin, sehingga menciptakan gerakan di bagian tengah lukisan.
“Bagian tengah ini kebetulan menggambarkan jantung. Sehingga seolah-olah jantungnya berdetak. Ini terlihat oleh semua orang, tetapi penafsiran atas fenomena ini memang dibiarkan kepada para pengunjung,” tutur Hendriyanto.
Lukisan Bung Karno ini masih menjadi misteri yang juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke Blitar. Hampir semua pengunjung yang datang untuk mengunjungi makam Bung Karno juga mampir ke galeri perpustakaan untuk melihat lukisan sang Proklamator yang konon memiliki jantung yang berdetak. [owi/beq]






