Jember (beritajatim.com) – Polisi meminta keterangan dari delapan orang saksi untuk menguak misteri kematian PP, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Sebelum meninggal, PP sempat datang ke Unej Medical Center, Sabtu (10/9/2022) siang sekitar pukul dua dalam keadaan tak sadarkan diri. Dokter UMC melakukan pemeriksaan dan PP dinyatakan meninggal dunia. UMC melaporkan hal itu ke Bagian Kemahasiswaan Unej, yang kemudian dilanjutkan ke polisi.
“Pemeriksaan meliputi para saksi, baik itu saksi teman korban, saksi teman kuliah, maupun teman kos. Termasuk saksi teman pria yang pada saat terakhir bersama denhan korban. Kami masih memeriksa intensif para saksi tersebut untuk mencari titik terang bagaimana kronologinya sedemikian rupa,” kata Kepala Unit Pidana Umum Kepolisian Resor Jember Inspektur Dua Bagus Dwi Setiawan, Rabu (14/9/2022). Selain itu, polisi juga memeriksa kamera CCTV dan bukti elektronik lainnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Sebelum meninggal, PP sempat bertemu dengan seorang pria asal Malang. “Dia wiraswastawan,” kata Bagus. Mereka berkenalan lewat media sosial kurang lebih satu bulan dan bertemu sebelum PP pingsan dan mengembuskan napas terakhir.
Dari keterangan saksi, PP selama sepekan terakhir mengeluh sakit dan sesak napas. Saat PP pingsan, pria tersebut mengantarkannya ke rumah kos teman kuliah PP berinisial A. “Dia mengira PP pingsan biasa, sebab saat ketemu korban mengeluh dan tiba-tiba tidak bereaksi. Lalu dia menelepon A,” kata Bagus. [wir/but]






