Bondowoso (beritajatim.com) – Penyelidikan kasus penemuan jenazah bayi perempuan di poskamling pertigaan Pal 9, Desa Bendelan, Kecamatan Binakal, Bondowoso, terus berkembang. Kepala Desa Bendelan, Bambang Hartono, mengungkapkan fakta baru bahwa sepasang kekasih diduga kuat menjadi orang terakhir yang terlihat di lokasi sebelum bayi malang tersebut ditemukan pada Kamis (19/3/2026) siang.
Bambang Hartono menjelaskan, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warganya, pada Rabu malam sekitar pukul 23.30 WIB atau semalam sebelum penemuan jenazah, seorang warga melihat sepasang lelaki dan perempuan tengah duduk di dalam poskamling tersebut.
“Memang ada warga kami yang melihat sepasang lelaki dan perempuan duduk di poskamling itu malam harinya sekitar jam setengah 12 malam menggunakan sepeda motor,” ujar Bambang kepada wartawan, Kamis malam.
Sayangnya, warga yang melihat kejadian tersebut tidak segera melaporkan temuannya kepada perangkat desa. Padahal, menurut Bambang, poskamling yang terletak di pertigaan Pal 9 tersebut merupakan lokasi yang cukup terpencil dan minim penerangan.
“Sayangnya waktu itu tidak lapor ke kami. Kalau lapor, tentu kami akan datangi karena khawatir mengganggu ketertiban. Sebab di poskamling itu memang gelap dan jauh dari rumah warga,” sesalnya.
Informasi ini semakin memperkuat dugaan polisi bahwa pasangan tersebut merupakan pelaku pembuangan bayi. Pasalnya, keesokan harinya sekitar pukul 12.30 WIB, warga bernama Pak Hay menemukan jenazah bayi perempuan yang masih memiliki tali pusar dalam kondisi terbungkus plastik kresek hitam di lokasi yang sama.
Terkait identitas pelaku, Bambang mengaku pihaknya masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan kepolisian. Ia menyebut, sejauh ini belum ada laporan dari kader posyandu mengenai warganya yang hamil tua dan diduga telah melahirkan.
“Sejauh ini kami belum menerima informasi dari kader posyandu berkaitan dengan ibu hamil tua yang sudah melahirkan. Namun, kami akan membantu kepolisian perihal data informasi yang dibutuhkan,” tegas Bambang. (awi/kun)






