Surabaya (beritajatim.com) – Tragedi hilang nyawa akibat punya benda bertuah ternyata bukan hanya cerita film. Ini benar-benar dialami seorang kakek asal India.
Kakek 70 tahun di Chhattisgarh, India, menjadi korban pembunuhan lantaran punya batu ajaib. Kepolisian setempat menyatakan pelaku pembunuhan sebanyak 10 orang.
Dikutip dari Indiatimes.com, Station House Officer (SHO) dari kantor polisi Janjgir, Umesh Sahu, mengatakan, korban yang digambarkan sebagai “baiga” (penyembuh sendiri) Babulal Yadav, juga biasa melakukan ritual takhayul. Ini menarik perhatian para pelaku untuk menguasai benda-benda milik korban yang diklaim bertuah.
“Terdakwa utama Tekchand Jaiswal (49) dan sembilan lainnya ditangkap pada hari Senin. Jaiswal, seorang warga desa Lohrakot, akhir tahun lalu mengetahui parasmani patthar (yang disebut batu ajaib yang dapat mengubah benda besi apa pun menjadi emas) ada di rumah salah satu penduduk desa, yakni rumah Avtar Singh,” katanya.
“Jaiswal melakukan kontak dengan Yadav, dan keduanya menerobos masuk ke rumah Avtar dan menemukan batu berkilau di sana. Mereka percaya inilah yang disebut batu ajaib. Batu itu hilang keesokan paginya, dan Jaiswal mengumpulkan sembilan rekan setelah menemukan bahwa Yadav telah menyimpan batu itu untuk ritualnya,” tambahnya.
Pada 8 Juli, para tersangka diduga membawa Babulal Yadav ke hutan terdekat. Sementara tim lain masuk ke rumahnya dan mencuri uang tunai serta perhiasan senilai US$23 ribu, setara Rp 345,5 juta.
“Mereka membunuh dan mengubur Yadav di hutan. Sebuah penyelidikan tertuju pada Jaiswal, yang mengarahkan polisi ke tersangka lainnya. Tubuh Yadav telah digali, dan penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung,” kata SHO.
Kisah tak berujung ‘iman buta’ di India
Beberapa pekan yang lalu, di Diha, sebuah desa Karchanna di Prayagraj, Uttar Pradesh, empat anak jatuh sakit ketika orangtua mereka berusaha untuk menghidupkan kembali putri mereka yang telah meninggal.
Jenazah seorang gadis 14 tahun yang meninggal empat hari sebelumnya disimpan oleh anggota keluarganya dengan harapan dapat membangkitkannya kembali melalui ilmu sihir. Namun, empat saudara almarhum jatuh sakit setelah dilarang makan selama empat hari sebelumnya sebagai bagian dari ritual. [adg/beq]






