Surabaya (beritajatim.com) – Lionel Messi resmi hengkang ke Paris Saint Germain. Menyusul hal tersebut banyak pihak yang meragukan performa Barcelona untuk mengarungi musim La Liga tahun 2021. Seperti kita tahu selama ini La Pulga merupakan tumpuan utama dari El Barca.
Pada Senin (16/8) dini hari pekan pertama Liga Spanyol merupakan kali perdana FC Barcelona melakoni laga resmi tanpa kehadiran sang mega bintang Lionel Messi. Barcelona keluar sebagai pemenang setelah berhasil membendung perlawanan Real Sociedad di Camp Nou dengan skor 4-2.
[berita-terkait number=”5″ tag=”lionel-messi”]
Selepas kepergian Messi, punggawa dari Blaugrana masih bisa bernafas lega, terutama dalam aspek menyerang. Beberapa pemain yang sebelumnya minim kontribusi dan kreativitas di era Messi, nampak tampil penuh ide.
Antoine Griezmann, penyerang asal Perancis salah satunya misalnya kendati tampil tanpa gol, ia bisa dianggap suksesor pengawal kreasi serangan serangan Barcelona pada laga itu. Ada juga Memphis Depay yang menjadi tandem utama timnas Belanda saat Euro 2020 turut tampil apik guna membentuk variasi serangan.
Kemenangan besar ini tidak terlepas dari peran besar sang Lord Martin Braithwaite. Padahal pada musim sebelumnya, Braithwaite sempat diragukan lantaran memiliki performa yang kurang maksimal di samping itu saat awal didatangkan ia sempat gagal memukau penggemar melalui rainbow flick, . Ujaran keraguan itu pun berdatangan saat dia tampak memainkan bola dengan kepala sebelum menjatuhkan dan menggiringnya, namun tidak mulus.
Dari kejadian itu, lord Braithwaite banyak yang memandang sebelah mata. Maklum saja, bomber asal Denmark berusia 30 karena didatangkan ke Camp Nou sebagai pemain darurat pada Februari tahun lalu. Braithwaite pada musim lalu hanya mampu cetak tujuh gol di Barcelona, dalam semua kompetisi.
Namun, seolah menjawab keraguan dari berbagai pihak. Martin Braithwaite mampu membuktikan saat Barcelona menjamu Real Sociedad. Lord Braithwaite berhasil menyarangkan 2 gol dan membubuhkan 1 assist.
Menepis keraguan banyak pihak, Martin Braithwaite pun dinobatkan sebagai man of the match pada laga tersebut. Ia berhasil menegaskan pada publik bahwa dia tidak bisa diremehkan begitu saja.
Seolah menandakan kebangkitan Braithwaite, kepergian Lionel Messi bisa dikatakan sebagai pembawa berkah bagi penyerang yang pernah membela beberapa tim medioker itu hingga bisa menunjukkan performa terbaik. [dan/bjo]






