Lamongan (beritajatim.com) – Meski Persela Lamongan mampu membekuk Gresik United dengan skor 4-1 dalam laga ujicoba di Stadion Surajaya Lamongan, pada Sabtu sore (23/7/2022), namun pelatih Persela Fakhri Husaini memiliki sejumlah catatan bagi timnya.
Dengan adanya catatan tersebut, Fakhri mengatakan, maka terdapat beberapa hal yang harus dievaluasi demi perbaikan bagi Persela dalam mengarungi kompetisi di Liga 2 mendatang. Salah satu catatan penting itu yakni soal penyelesaian akhir.
“Mereka (pemain Persela) masih banyak buang peluang. Kalau dilihat, tadi kami seharusnya gak cuma menang 4-1, ada banyak peluang yang seharusnya jadi gol, tapi gak jadi gol. Tentu ini akan jadi bahan evaluasi bagi kami. Tapi proses saat mereka menciptakan peluang itu perlu saya apresiasi,” kata Fakhri usai laga.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persela-lamongan”]
Selain penyelesaian akhir, tambah Fakhri, hal lain yang masuk dalam catatannya adalah soal fokus dan konsentrasi. Saat timnya unggul 2 gol, sebut Fakhri, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini sempat kehilangan kontrol permainan.
“Para pemain Persela tadi sempat kehilangan kontrol, walau akhirnya bisa keluar dari situasi tersebut,” bebernya.
Lebih lanjut, eks pelatih Timnas Indonesia U-16 ini mengungkapkan bahwa anak didiknya juga harus mampu mengatur ritme permainan. Dengan begitu, Persela akan bisa menunjukkan permainan yang lebih matang.
“Hal lain lagi, mereka juga harus bisa mengatur ritme, harus bisa mengatur tempo permainan. Gak bisa main bola itu tempo tinggi terus. Ini tadi mereka main dengan tempo kalau istilah pembalap itu gas pol rem blong. Seharusnya ada saatnya ngegas, ada saatnya ngerem,” terangnya.
Kendati demikian, Fakhri mengatakan, secara umum apa yang telah dilakukan oleh tim asal Kota Soto ini sangat bagus. Ia juga berharap, Persela akan terus meningkatkan kemampuannya dan bisa mengarungi Liga 2 seperti yang diharapkan.
“Saya berpikir positif. Artinya dari aspek fisik mereka sanggup bermain dengan tempo seperti itu 2 kali 45 menit. Juga telah menunjukkan peningkatan, baik secara fisik, teknik, taktik maupun mental,” tuturnya.[riq/ted]






