Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin sebagian besar dari kita yang menjalani masa kecil di akhir 90-an dan awal 2000-an sudah akrab dengan diary atau catatan harian. Menulis catatan harian memang mempunyai kenikmatan tersendiri. Setidaknya, kita bisa menuliskan apa saja tentang siapa saja di sana. Kejadian-kejadian buruk, sampai ketika ornag yagn kita suaki mulai memberikan respon dan membua hati berbunga. Ia menjadi rahasia kecil antara kita sendiri dan diary.
Di masa khiwari, teknik penulisan diary pun turut berkembang. Ia tidak saja berisi keluh kesah pribadi tentang kejadian sehari-hari tetapi, juga rencana-rencana kedepan, dan jadwal kegiatan. Ia pun mendapat nama baru, jurnal atau journaling. Jika buku diary biasanya berupa lembar-lembar kosong bergaris seperti halnya buku tulis biasa. Jurnal memiliki bentuk yagn lebih kompleks. Ada kolom-kolom jadwal kegiatan, target-target hidup dari jangka pendek, menengah dan panjang, juga ada to do list.
Ada banyak bentuk dari jurnal, seperti doodle jurnal, gratitude jurnal, hingga bullet jurnal. Semuanya memiliki manfaat yang sama, bahkan bisa menjadi cara healing untuk diri sendiri dan diyakini bisa menjadi alat terapi mental. Journaling artinya kita mencurahkan segala yang kita rasakan melalui sebuah tulisan, yang akhirnya mampu memindahkan emosi negatif menjadi hal positif.
Secara umum, journaling bisa mengasah kreativitas kita dan menguatkan daya ingat, selain itu juga menjadi obat yang mengelola stress dan mengurangi rasa cemas. University of Rochester Medical Center bahkan mengungkapkan bahwa journaling dapat meningkatkan imunitas, menurunkan tekanan darah, dan membuat tidur lebih nyenyak.
Banyak orang yang ragu untuk memulai kegiatan ini karena tidak tau harus menulis ada dan mulai darimana. Padahal journaling bisa dimulai dari menulis hal-hal yang simple.
Cari inspirasi
Pada awal pembuatan tentu kalian akan merasa bingung langkah apa yang harus dilakukan. Untuk itu, cari inspirasi atau melihat contoh jurnal yang sudah jadi bisa sangat membantu. Inspirasi bisa datang dari mana saja, apalagi dengan kehadiran media sosial juga internet yang akan memudahkan kalian.
Kegiatan sehari-hari
Isi jurnal dengan kegiatan kita, dimulai dari saat bangun tidur. Seperti rencana aktivitas hari ini, ataukah ada ide-ide baru yang muncul di kepala, atau mungkin tuliskan unek-unek yang masih mengganjal. Hal ini agar kita bisa memulai hari dengan semangat yang baru. Bisa juga saat kita akan menutup hari, tuliskan apa saja yang telah terjadi, apakah hari ini berjalan dengan baik atau tidak.
Goals
Journaling akan identik dengan goals dan pencapaian yang ingin kita raih tertulis di dalamnya. Untuk menambah semangat, kalian bisa tuliskan sejauh apa progress yang telah kalian capai. Bahkan sekecil apapun kemajuan itu, tulis saja, untuk mengapresiasi segala usaha kalian.
Tuliskan setiap saat
Tulis kapan saja kalian mau dan dimanapun, karena ide datang tidak tergantung oleh waktu. Ini juga bisa menjadi langkah agar kita terbiasa menulis jurnal. (mnd/tur)






