Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 15 warga Kota Blitar memilih mundur dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) yang digulirkan oleh Kemensos. Belasan warga tersebut merasa mampu, sehingga enggan menerima bansos.
Salah penerima manfaat bansos yang mengundurkan diri adalah Leha Sudarwati, warga Jalan Anggrek, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Leha memilih mundur lantaran dia merasa sudah cukup mampu dan bukan tergolong masyarakat miskin.
“Alhamdulillah saya mau mundur dari penerima bansos karena ekonomi saya cukup baik dan tidak kekurangan,” kata Leha, Selasa (20/12/2022).
Leha mengaku, saat ini ekonomi keluarganya sudah kembali pulih usai pandemi Covid 19. Sebelumnya ekonomi keluarga Leha memang terdampak pandemi sehingga masuk dalam daftar KPM bansos Kemensos.
Tetapi setelah pandemi Covid-19 melancai, usaha kerajinan piguranya kembali bergeliat dan ekonomi keluarga kembali normal. Leha memutuskan mundur karena merasa sudah tidak berhak lagi untuk menerima bantuan.
“Kemarin waktu pandemi usaha kerajinan pigura saya ikut terdampak. Ketika diberi bansos ya saya ambil karena ekonomi memang sedang goyah, tapi sekarang ekonomi saya sudah membaik makanya saya mundur,” imbuhnya.
Awalnya Leha juga terkejut namanya terdaftar sebagai penerima bansos dari Kemensos. Leha menyadari, dia memang tidak berhak mengambil bantuan sosial tersebut.
Menurutnya akan lebih bermanfaat jika bantuan itu diberikan kepada warga kurang mampu yang hingga kini belum terdaftar sebagai KPM Bansos. Setelah mengundurkan diri, Leha pun melarang rumahnya untuk dipasang stiker tanda penerima bansos.
Hari ini Dinas Sosial Kota Blitar memang tengah melakukan pemasangan stiker tanda penerima manfaat bansos.
Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Sad Sasmintarti ada sekitar 16.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akan ditempeli stiker di rumahnya. Stiker itu bertuliskan ‘Keluarga ini kurang mampu penerima Bansos’.
Sad Sasmintarti menjelaskan bahwa dari 16.500 penerima manfaat itu, sebanyak 15 diantaranya memilih untuk mengundurkan diri. Menurutnya mayoritas alasan pengunduran diri KPM adalah sudah merasa mampu atau ekonomi telah membaik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Blitar”]
“Sampai saat ini, laporan sementara ada sekitar 15 Keluarga Penerima Manfaat yang mengundurkan diri, ya karena mereka merasa mampu,” kata Sad Sasmintarti.
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar itu pun mengapresiasi sikap warga yang telah jujur terhadap ekonominya. Menurutnya target dari Dinsos adalah mengurangi angka kemiskinan di Kota Blitar.
Sementara itu, Sad Sasmintarti menjelaskan bahwa kegiatan penempelan stiker itu merupakan upaya dari Dinas Sosial Kota Blitar untuk memvalidasi data penerima. Validasi data ini termasuk untuk bantuan sosial jenis PKH, BPNT, maupun Rastrada.
“Kalau tidak ingin ditempeli stiker yang berarti sudah merasa mampu, dan target dari Dinsos adalah mengurangi angka kemiskinan. Jadi kelihatan penempelan stiker itu untuk validasi data,” jelasnya.
Kegiatan penempelan stiker penerima Bansos ini sudah dilakukan sejak tanggal 12 Desember 2022 lalu. Dinas Sosial Kota Blitar menargetkan kegiatan penempelan stiker ini akan selesai pada tanggal 27 Desember 2022 mendatang.
Setiap hari para petugas akan berkeliling menghampiri rumah rumah warga yang terdaftar sebagai penerima manfaat baik itu PKH, BPNT maupun Rastrada. Selain penempelan, petugas juga akan melakukan validasi data mengenai penerima manfaat bantuan sosial dari Kemensos maupun Pemerintah Kota Blitar.
“Memang ada beberapa PKM yang memilih mundur karena merasa mampu dan malu ditempeli stiker di rumahnya,” pungkasnya [owi/beq]






