Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC kembali gagal mendulang poin usai menelan kekalahan tipis 0-1 dari Arema FC, pada pekan ke-26 BRI Liga 1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Jum’at (18/2/2022) malam.
Pada laga tersebut, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab bermain dengan kekuatan terbaik. Di mana sang juru taktik Fabio Lefundes sangat berambisi untuk kembali meraih poin, sekaligus sebagai upaya untuk kembali naik ke papan atas klasemen sementara.
Namun sang lawan merupakan sebagai tim kuat dan menempati posisi teratas klasemen. Tentunya mereka juga sangat berambisi untuk bertahan di puncak klassmen guna menjauh dari pesaing terdekat mereka, Bali United FC, Bhayangkara FC maupun Persib Bandung.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura-united”]
Ambisi kedua tim membuat laga bertajuk Derby Jawa Timur, berlangsung agresif sejak wasit meniup peluit tanda kick off. Jual beli serangan antar kedua tim tak terelakkan dan membuat barisan pertahanan kedua tim harus bekerja keras meredam serangan lawan masing-masing.
Namun Singo Edan justru sukses memecah kebuntuan melalui aksi cantik legiun asing mereka, Carlos Fortes yang lepas dari pengawalan Jaimerson Xavier dan merobek jala gawang Madura United yang dikawal Hong Jungnam pada menit 15′. Arema 1-0 Madura United.
Tertinggal satu gol membuat Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan, terus meningkatkan intensitas serangan dan mengepung barisan pertahanan Arema. Namun tim lawan mulai terlihat lebih memikirkan hasil dibandingkan permainan, di mana mereka mulai lebih banyak bertahan dengan menerapkan serangan balik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura-united”]
Kondisi tersebut terus berlangsung hingga 45′ menit interval pertama usai. Termasuk juga saat babak kedua berjalan, di mana selain menerapkan permainan bertahan juga diselingi dengan bumbu ‘buang-buang waktu’ di tengah pertandingan berlangsung.
Hal tersebut tampak dari statistik pertandingan, di mana Arema hanya mampu menguasai pertandingan sekitar 41 persen berbanding 59 persen penguasaan bola Madura United. Termasuk akurasi umpan juga berpihak pada Madura United, yakni 76 persen berbanding 82 persen.
Namun gol cepat Carlos Fortes pada seperempat menit pertama, justru menggagalkan ambisi Madura United meraih poin guna kembali masuk ke posisi 10 besar klasemen. Sementara Arema FC semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan 55 poin dari 26 laga yang dijalani. [pin/but]






