Pamekasan (beritajatim.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan dan bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar, Pamekasan, Madura, Selasa (3/3/2026).
Kedatangan Menteri Trenggono beserta rombongan, disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar, KH Mohammad Rofi’i Baidhowi beserta jajaran dewan pengasuh, termasuk Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman beserta beberapa jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam penyambutan yang penuh dengan keakraban tersebut, Menteri Trenggono menyampaikan pentingnya peran pesantren dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan, khususnya di wilayah pesisir seperti di Madura.
“Sejauh ini pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda, kami berharap santri juga dapat berperan aktif dalam pengembangan ekonomi berbasis kelautan,” kata Menteri Trenggono dalam bincang santai bersama KH Mohammad Rofi’i Baidhowi.
Terlebih selama ini pihaknya selalu komitmen dan terus mendorong program ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan, termasuk pemberdayaan masyarakat pesisir, penguatan budidaya perikanan, serta hilirisasi produk hasil laut.
Pengasuh Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap pesantren menjadi semangat baru bagi para santri untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Selain bersilaturahmi, Menteri Trenggono juga sempat melakukan kunjungan di wilayah ujung timur Pulau Garam Madura, tepatnya di kabupaten Sumenep, dan akhirnya berkunjung ke Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar, Pamekasan.
Sementara Kepala Dinas Perikanan Pamekasan, Abd Fata menyampaikan jika kunjungan Menteri Trenggono murni dalam rangka silahturahmi ke pesantren Banyuanyar. “Kunjungan Pak Menteri ke Pamekasan, murni dalam rangka silahturahmi. Termasuk pembangunan bantuan 1 ton ikan kembung bagi para santri,” tegasnya.
“Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Madura dan sekitarnya,” pungkasnya. [pin/kun]






