Pamekasan (beritajatim.com) – Eskalasi konflik yang memanas antara AS-Israel dengan Republik Iran yang memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah, juga berdampak pada beragam aktivitas di wilayah tersebut, termasuk untuk perjalanan ibadah umrah ke tanah suci.
Bahkan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Azhar Simanjuntak juga mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan umrah demi keamanan. Khususnya mengacu pada surat permohonan penundaan keberangkatan jemaah umrah dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, yang ditujukan kepada Dirjen Bina Penyelenggara Haji dan Umrah.
Kondisi tersebut juga berlaku bagi para jemaah umrah asal Pamekasan, di mana saat ini tercatat sebanyak 87 jemaah umrah masih berada di tanah suci Makkah. Selain itu terdapat sebanyak 140 calon jemaah lainnya dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat.
“Untuk kondisi jemaah umrah asal Pamekasan, insya’ Allah aman, karena yang direct itu tidak ada penundaan. Sementara yang dijadwalkan berangkat bulan ini rencananya tanggal 13 dan 30 Maret 2026,” kata Kepala Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim, Selasa (3/3/2026).
Selain itu pihaknya mengimbau seluruh jemaah umrah yang hendak berangkat dalam waktu dekat, agar selalu berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan umrah masing-masing. “Langkah ini penting dilakukan sebagai upaya memastikan tiket penerbangan tidak mengalami pembatalan,” ungkapnya.
“Tidak kalah penting, koordinasi ini juga berkaitan dengan keselamatan para jemaah, termasuk kemungkinan reschedule pemberangkatan hingga situasi di Timur Tengah benar-benar kondusif,” sambung pria yang juga tercatat sebagai mahasiswa Doktoral UIN Madura.
Sedangkan para jemaah yang saat ini sudah berada di Arab Saudi, juga diminta agar aktif berkomunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, guna memastikan jadwal kepulangan ke Tanah Air.
“Jadi bisa menanyakan hal itu, juga menanyakan keberangkatannya misal tidak ter-cancel sehingga jamaah mempersiapkan diri apabila terjadi delay baik kepulangan dari Makkah atau Madinah,” jelasnya.
Sementara untuk persiapan pemberangkatan jemaah calon haji di Pamekasan, saat ini sudah memasuki tahap pembagian kloter dan pembuatan visa. Bahkan hingga saat ini belum ada dampak langsung terhadap jadwal pemberangkatan haji yang dijadwalkan berangkat pada 21 April 2026 dan 10 Mei 2026 mendatang.
“Tentu kami sangat berharap situasi (konflik AS-Israel dan Republik Iran) ini bisa segera cepat pulih, sehingga perjalanan umrah dan haji bisa terlaksana sebagaimana jadwal yang sudah ditentukan,” pungkasnya. [pin/kun]






