Tuban (beritajatim.com) – Usai Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan tanam padi di Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban dua bulan yang lalu, kini sudah bisa dipanen oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki bersama Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dan Wakil Bupati Tuban H. Riyadi.
Kedatangan Menteri Koperasi dan UKM ke Tuban ini turut didampingi oleh Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI), Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, serta jajaran kementerian Koperasi dan UKM untuk ikut serta tanam padi dan talkshow bersama petani.
Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki mengatakan, panen hari ini dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Serikat Petani Indonesia ke-25 dan Hari Koperasi ke-76 yang dilaksanakan di Desa Senori, Kecamatan Merakurak yang pada saat itu Presiden Joko Widodo pada 6 april lalu menanam padi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
“Alasan kenapa di Kabupaten Tuban, salah satunya para petani ini menggunakan metode agro ekologi atau minim penggunaan pupuk kimia,” ucap Teten Masduki.
Lanjut, adapun panen yang dilaksanakan seluas 1000 hektar Kawasan Daulat Pangan Serikat Petani Indonesia dengan hasil mencapai 6 ton. Menurutnya, wilayah tersebut menjadi pilot projek pertanian model agro ekologi dengan penggunaan pupuk organik sesuai instruksi dari presiden.
“1000 hektar yang ada akan jadi lahan untuk pilot project pengembangan agro ekologi, dan bisa menciptakan kawasan suplai pangan nasional,” terang dia.
Pihaknya juga menambahkan, bahwa model pengembangan menggunakan bisnis koperasi dengan skema yang ditawarkan adalah, dana bergulir koperasi dengan pinjaman KUR untuk biaya tanam. Sedangkan, kepastian pasar dan harga terbentuk lewat ekosistem yang dihadirkan oleh program koperasi pertanian model bisnis.
“Kalau model bisnisnya berhasil, Insyaallah tak hanya peningkatan ekonomi petani saja, namun juga mampu penyuplai kebutuhan beras nasional hingga 37 juta ton per tahun, atau 2,5 juta ton per bulan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Serikat Petani Indonesia Hendri Saragih mengungkapkan, sesuai perintah dari Presiden Joko Widodo untuk menghadapi el nino, dan ancaman kekeringan, petani harus segera menanam padi, agar produksi beras tetap aman. “Hasil dari instruksi tersebut telah dilaksanakan dengan baik oleh petani di Desa Senori Merakurak Kabupaten Tuban,” ujar Hendri sapanya.
Penanaman padi yang menggunakan model agro ekologi, menurut Hendri ini bentuk keberhasilan yang sudah terlihat meningkat yaitu dari 5 ton menjadi 6 ton. Para petani memiliki terobosan penggunaan pupuk organik yang diproduksi secara mandiri menjadikan desa tersebut pantas dipilih sebagai pilot project program agro ekologi.
“Kami berpesan kepada petani soal program koperasi pertanian dari Kementerian Koperasi dan UKM, yang harus disambut baik oleh petani setempat,” harap dia.
Ditempat yang sama, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menambahi, bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung program yang mensejahterakan petani, yakni program koperasi pertanian yang diinisiasi oleh kementerian Koperasi dan UKM.
Menurutnya, program tersebut akan menyelesaikan beberapa persoalan yang ada di bidang pertanian. “Khususnya permodalan, pupuk, hingga pemasaran akan terselesaikan,” tutur Bupati Tuban.
Sehingga, Lindra sapaannya berharap masyarakat khususnya petani bisa memaknai seluruh kebijakan dan melaksanakan program dengan serius. Apalagi, hal itu telah dimulai oleh presiden pada 6 april lalu dan menunjukkan keberhasilan dengan meningkatnya produksi panen. “Pada akhirnya, program ini mengajak petani untuk kembali ke alam. Dan terbukti, jika kita baik memperlakukan alam, ada timbal baliknya, yaitu peningkatan hasil panen menggunakan pupuk organik,” pungkasnya. [ayu/kun]
BACA JUGA:
![Menteri Koperasi & UKM Panen Padi di Tuban Hasil Tanam Presiden Jokowi Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki bersama Bupati dan Wakil Bupati Tuban, serta jajaran yang lain saat panen padi. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG-20230708-WA0002_11zon-1024x682.jpg)





