Jember (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi Gratis merupakan medium untuk menghubungkan generasi muda dengan tradisi pangan lokal, memperkuat pendidikan karakter, dan menciptakan generasi yang berakar pada nila-nilai budaya bangsa.
Demikian disampaikan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam video sambutan acara simulasi program Makan Bergizi Gratis yang diprakarsai Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur, di Arum Sabil City Forest, Kabupaten Jember, Rabu (8/1/2024).
“Dengan memperkenalkan tradisi pangan dan kearifan lokal, kita mengajarkan pentingnya menghormati alam dan menjaga sumber daya pangan,” kata Fadli.
Fadli mencontohkan sistem subak di Bali yang diakui Unesco sebagai Warisan Budaya Dunia 2012. Sistem ini menyimpan filosofi harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas.
“Ini mengajarkan bahwa ketahanan pangan hanya dapat dicapai jika kita menjaga keseimbangan ekosistem dan merawat nilai-nilai budaya, termasuk nilai-nilai gotong royong,” katanya.
Momentum makan bergizi bersama, menurut Fadli, juga menjadi wahana untuk menanamkan pendidikan karakter kesederhanaan, kedisplinan, dan kebersamaan. “Tentu saja, kita memang memerlukan makan bergizi sebagai input bagi nutrisi di tubuh kita agar melahirkan generasi yang tangguh, kuat, dan mempunyai asupan yang cukup bagi otak kita,” katanya.
Kebudayaan dalam kerangka pendidikan, menurut Fadli, akan bisa menjaga keseimbangan antara identitas dan modernitas. “Generasi muda tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kaya akan kesadaran budaya. Ini yang kita harapkan sebagai generasi unggul menuju Generasi Emas,” katanya. [wir]






