Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roslani mengatakan investasi dalam industri Sigaret Kretek Tangan (SKT) terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sektor ini, kata dia, tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mendorong ekspor ke lebih dari 30 negara.
“Selain menciptakan lapangan pekerjaan, produk Sampoerna juga diekspor ke 30 lebih negara. Karena salah satu penggerak ekonomi kita adalah ekspor yang memang saat ini kontribusinya belum maksimal,” ujar Rosan saat meresmikan dua fasilitas produksi SKT milik PT HM Sampoerna Tbk secara hybrid di Surabaya, dituis Sabtu (14/12/2024).
Dua fasilitas produksi baru yang berlokasi di Blitar dan Tegal ini menghabiskan investasi sebesar Rp630 miliar. Rosan berharap investasi besar ini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
“Investasi yang dilakukan di kedua fasilitas itu jumlahnya Rp630 miliar, itu jumlah yang sangat besar. Penyerapan tenaga kerja luar biasa. Ada yang perlu lokasi di Rungkut Industri Raya juga selesai, penyerapan 7.768 tenaga kerja dengan investasi Rp522 miliar,” katanya.
Rosan juga menyampaikan total investasi PT Sampoerna yang telah mencapai lebih dari Rp100 triliun sejak 2005, menjadikannya salah satu pemain penting dalam industri tembakau nasional. Selain itu, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keamanan investasi yang ada dan mendorong masuknya investor baru ke Indonesia.
“Investasi sangat besar menciptakan lapangan pekerjaan. Karena investasi adalah komitmen jangka panjang yang harus kita jaga bersama-sama,” tambah Rosan.
Pada kesempatan yang sama, Rosan memuji Jawa Timur sebagai salah satu wilayah unggulan dalam realisasi investasi. Dengan nilai investasi Rp111,4 triliun, provinsi ini berhasil masuk tiga besar di tingkat nasional.
“Kami sangat bahagia, Jawa Timur juga memang realisasi investasinya itu Rp111,4 triliun dan itu menempati posisi tiga besar dari seluruh realisasi investasi yang masuk ke Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Ivan Cahyadi, mengungkapkan bahwa dua fasilitas baru di Blitar dan Tegal diproyeksikan menyerap hingga 3.500 tenaga kerja baru. Penyerapan tenaga kerja ini diharapkan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah sekitar pabrik.
“Dua fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari investasi usaha kami untuk menambah serapan tenaga kerja dan kapasitas produksi,” jelas Ivan.
Sampoerna kini telah mempekerjakan lebih dari 90 ribu tenaga kerja, mayoritas di antaranya bekerja di sektor SKT dan didominasi oleh perempuan sebagai tulang punggung keluarga. Ivan menegaskan bahwa keberadaan fasilitas ini akan berdampak positif pada ekonomi daerah dan nasional.
“Keberadaan pabrik SKT akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar karena mendorong perputaran ekonomi daerah,” pungkasnya. [asg/beq]






