Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk memastikan kesiapan sektor kelistrikan dalam menghadapi libur panjang Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M.
Dalam kunjungannya, Menteri Bahlil memastikan bahwa pasokan listrik di Jawa Timur dalam kondisi aman dan PLN telah mengantisipasi lonjakan penggunaan kendaraan listrik selama periode mudik.
Menteri Bahlil menjelaskan bahwa kapasitas listrik terpasang di wilayah Jawa Timur saat ini mencapai 10 Gigawatt (GW), sementara beban puncak hanya sekitar 6,5 GW. Bahkan, pada puncak perayaan Idulfitri, beban listrik diperkirakan akan menurun menjadi 4,5 GW.
“Artinya cadangannya masih sekitar 50%,” tegas Menteri Bahlil.
Lebih lanjut, Menteri Bahlil memastikan bahwa pasokan bahan bakar untuk Pembangkit Listrik Negara (PLN), baik batu bara, gas, maupun solar, berada dalam kondisi aman dengan rata-rata cadangan di atas 20 hari. “Jadi *overall* saya pikir tidak ada masalah. Transmisi juga kita sudah cek itu nggak ada masalah semuanya on,” imbuhnya.
Salah satu perhatian utama dalam kunjungan ini adalah antisipasi lonjakan penggunaan kendaraan listrik selama periode mudik. Menteri Bahlil mengakui bahwa tingkat pemakaian mobil listrik diperkirakan akan meningkat signifikan, mencapai 5 hingga 6 kali lipat dari hari biasa.
Untuk mengantisipasi hal ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang memadai.
“Kami sudah menyiapkan SPKLU itu sekitar 3.500 dengan space 26 kilo per satu SPKLU. Jadi ini untuk menjamin saudara saudara kamj yang memakai mobil listrik untuk bisa melakukan pengisian dan juga memakai handphone ada aplikasi untuk mengecek mana SPKLU yang kosong untuk saudara saudara kita bisa cas,” jelas Menteri Bahlil.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memprediksikan tren pemudik electric vehicle (EV) roda empat pada musim Lebaran tahun ini mengalami kenaikan termasuk pada transaksi SPKLU yang naik lima kali lipat menjadi 7.625 kali.
Oleh sebab itu, Darmawan memastikan pihaknya menyiagakan personel selama 24 jam di SPKLU sebanyak 1.680 petugas.
Selain ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), PLN juga menyiagakan petugas khusus untuk melayani pengguna kendaraan listrik.
“Berikutnya ada 1.600-1.700 petugas yang siaga untuk melayani SPKLU ini. Bahkan kita juga menyiapkan untuk mobil cas kalau seandainya ada mobil listrik yang mudik itu mobilnya mogok karena lupa isi ngecas kita juga sudah menyiapkan 4 mobil,” tambahnya.
Dengan kesiapan pasokan listrik yang memadai dan antisipasi terhadap lonjakan pengguna kendaraan listrik, Menteri Bahlil memastikan bahwa masyarakat Jawa Timur dapat menikmati libur Lebaran dengan tenang dan nyaman.[rea]






