Pamekasan (beritajatim.com) – Mentalitas menjadi tantangan skuat Madura United FC, kala menjalani laga berat ke markas PSBS Biak, pada pekan ketujuh Super League di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (25/9/2025).
Hal tersebut tidak lepas dari hasil buruk yang dialami Laskar Sape Kerrab, khususnya ketika dibantai 4-1 saat bertandang ke markas Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate, Jum’at (19/9/2025). Terlebih pada laga tersebut, satu pemain mereka, Balotteli juga mendapatkan kartu merah.
Bahkan hasil tersebut juga menjadi perhatian serius dari jajaran tim pelatih, termasuk juga dari Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi yang menyempatkan diri menyambut tim di Bandara Juanda Surabaya, beberapa waktu lalu.
“Sejauh ini kami sudah berbicara dengan para pemain untuk kembali meningkatkan mental menjalang pertandingan melawan PSBS Biak, kekalahan dari Malut United menjadi berat yang berimbas pada penurunan mental pemain,” kata Pelatih Madura United FC, Angel Alfredo Vera, Rabu (24/9/2025).
Bahkan juru taktik berkebangsaan Argentina, juga mengakui jika kekalahan dari Malut United sangat berbeda dibanding dua kekalahan yang dialami timnya pada ajang Super League. “Pertandingan kemarin memang paling berat bagi kita, walaupun kita pernah kalah lawan Bali United dan Persis Solo, tapi tim masih solid,” ungkapnya.
“Faktor lainnya juga jeda pertandingan serta perjalanan ke markas Malut United membuat persiapan kurang maksimal, tapi kami akan berupaya maksimal mengembalikan mental tim untuk kembali bermain maksimal menghadapi PSBS Biak,” tegasnya.
Meski begitu pihaknya tetap mengupayakan yang terbaik untuk meningkatkan performa tim, sekaligus membawa pulang poin dari markas lawan. “Kami harap para pemain bisa menunjukkan performa seperti pertandingan melawan Bhayangkara FC,” pungkasnya. [pin/kun]






