Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, sebanyak 115 siswa Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah Indonesia mengundurkan diri. Ini karena kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di asrama.
Jumlah tersebut setara dengan 1,4 persen dari total siswa Sekolah Rakyat nasional yang mencapai 9.705 orang. “Di Kalimantan ada 10 siswa, di Sumatera 26 siswa, di Jawa dan Sulawesi masing-masing 35 siswa. Di Bali dan Nusa Tenggara 4 siswa, dan di Maluku 5 siswa yang mengundurkan diri,” ujar Gus Ipul.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani menjelaskan, bahwa murid SR yang di Jember bukan mundur atau mengundurkan diri.
“Di Jember itu ada tiga siswa yang nggak jadi masuk sekolah, bukan mundur. Ini karena memang belum dimulai. Jadi, mereka batal masuk sebelum ditetapkan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Ketika tidak jadi, kami penjangkuan kembali atau merekrut murid baru,” tegas Kadinsos Jatim, Restu Novi Widiani saat ditemui di kantornya, Rabu (6/8/2025).
“Khusus di Jember, kami sudah kontak. Kami pastikan sudah ada murid penggantinya,” imbuhnya.
Sejauh ini, lanjut Novi, ada sebanyak tiga murid yang memutuskan tidak jadi bersekokah di SR. Semuanya murid asal Jember. Adapun alasannya, ada pihak murid dan orangtuanya yang belum siap untuk tinggal di asrama selama pendidikan.
“Memang ada beberapa yang kami pantau, tidak jadi masuk SR dengan pertimbangan. Kami memang tidak boleh memaksa. (Jumlahnya) tiga mungkin di Jember. Sudah ada penggantinya. Alasannya, berpisah dengan orang tua sesuatu yang sulit. Kan boarding school. Ketidaksiapan bukan dari anaknya saja, tapi orangtuanya juga,” kata Novi.
Kendati demikian, Novi menegaskan, bahwa SR yang sudah berjalan tidak ada kendala. Ia menyebut saat ini sudah ada sebanyak 15 SR yang operasional. Sebanyak 12 SR masuk tahap 1A. Kemudian tiga ikut tahap 1B yang operasional awal Agustus. Rencananya, ada empat lagi yang operasional pada 15 Agustus nanti.
Rinciannya, pada 1 Agustus sudah operasional SR di Ponorogo dan Kota Pasuruan. Kemudian, pada 4 Agustus di Gresik. Nanti, pada 15 Agustus akan beroperasi di Tuban, Bojonegoro, Pamekasan dan Jember.
“Jadi, total Jatim ada 19 SR,” pungkasnya. [tok/beq]






