Surabaya (beritajatim.com) – Apa jadinya jika Menteri Sosial, Tri Rismaharini yang memiliki karakter tegas dan tak sungkan untuk marah – marah mendadak mengundang pelawak Cak Lontong untuk tampil dalam satu panggung?
Jangan bayangkan suasana menjadi formal dan kaku malahan kedua lulusan Insistut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu tak henti – hentinya membuat hadirin terpingkal – pingkal.
Keduanya tampil dan berhasil mengocok perut para undangan kala acara Halal bihalal Ikatan Alumni ITS yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat IKA ITS beberapa waktu lalu.
Nama besar cak Lontong sebagai pelawak papan atas terbukti saat menyanggupi ajakan Risma untuk duet dadakan bersama di atas panggung. Seolah sudah terbangun chemistry, keduanya terlihat kompak dalam menanggapi jokes. Terutama soal honor mengundang Cak Lontong secara dadakan untuk melawak.
Mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu memamerkan gelar yang diberikan oleh almamaternya itu, yaitu Doctor Honoris Causa. Seolah tak ingin kalah atas apa yang didapat seniornya itu, pelawak bernama asli Lies Hartono itu segera menimpali. “Kalo saya honore gausa (tidak perlu upah)”, ujarnya yang langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan para hadirin, termasuk Risma sendiri.
Dengan nada bercanda, Cak Lontong menanggap dirinya tidak mampu menggantikan peran Risma sebagai Menteri Sosial. “Saya ga pantes, saya gabisa ngurusin orang gila bu. Wong saya ngurusi orang waras malah jadi gila kok,” kata Cak Lontong yang mengundang tawa para hadirin.
Mengenai biaya pendidikan saat ini menjadi isu hangat di masyarakat, Risma mengungkapkan fakta yang mengangetkan. Politisi PDIP itu menyatakan di masa perkuliahannya, ia menyebut bahwa harga per semesternya dipatok di angka Rp15.000. “Rp15.000 yo iso pinter (ya bisa pinter, red)?” tanya cak Lontong terheran-heran disambut tawa membaha seisi ruang.
Menurut kalkulator inflasi, 15.000 di era 80an setara dengan Rp352.000 di masa kini. Tak mau kalah, cak Lontong membandingkan dirinya yang dikenakan biaya Rp150.000 di masa kuliahnya. “15 ribu bisa hebat – hebat seperti bu Risma, bayangkan? Aku 120 ribu apa ga jauh lebih hebat?” ujar cak Lontong menimpali.
Di acara tersebut, seseorang yang ditanya cak Lontong menyebut bahwa biaya kuliah per semester di ITS di kisaran Rp12,5 juta. Forum ini menjadi bukti sisi lain Risma yang mampu menghadirkan tawa para hadirin.
Padahal, selama ini dirinya kerapkali diidentikkan sebagai pemimpin yang terkenal emosional, beberapa diantaranya lewat potongan video yang tersebar di sosial media.
Cak Lontong kemudian menampik dengan guyonan cerdasnya. “Itu gorengan bu, itu dipotong – potong untuk kepentingan. Saya juga sering dipotong – potong gitu, tuh di depan sana saya dipotong – potong, Lontong itu dipotong – potong,” ucapnya dengan disambut seisi tawa seisi gedung.
Di akhir sesi, keduanya saling melempar pujian. Di mata Risma, Cak Lontong merupakan sosok yang sederhana meskipun menuai sukses di dunia hiburan. Pujian dilayangkan juga oleh Cak Lontong kepada bu Risma karena selama bekerja piawai ‘menghibur’ orang miskin dan ODGJ serta para alumni ITS yang saat itu menghadiri acara halal bi-halal tersebut.[asg/kun]






