Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, puncak gelombang Omicron XBB di Tanah Air diprediksi terjadi pada bulan Desember 2022 atau paling lambat awal Januari 2023 mendatang.
Dia juga mengungkapkan, dalam puncak gelombang tersebut, diperkirakan kasus positif Covid-19 bertambah hingga 20.000 dalam sehari.
Menurut Menkes, prediksi tersebut merujuk pada puncak gelombang Omicron XBB di Singapura. Saat ini, Singapura tengah menghadapi lonjakan Covid-19 yang dipicu Omicron XBB.
“Kalau mengikuti pola Singapura harusnya dalam satu bulan ke depan ini akan naik mendekati 20.000 per hari,” ungkap Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI.
Budi menambahkan, Omicron XBB memicu kenaikan kasus Covid-19 yang sangat cepat. Tetapi, tidak menimbulkan dampak besar pada angka rawat inap dan kematian. Berbeda dengan Omicron BA.1 dan BA.2.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Jumlah Pasien Covid-19
Sementara itu, tercatat dari Periode 4 Oktober hingga 8 November 2022 sebanyak 27.081 pasien konfirmasi positif Covid-19 mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, hampir separuh atau sebanyak 10.639 pasien memiliki gejala sedang, berat hingga kritis, dimana 74% diantaranya belum mendapatkan vaksin booster Covid-19.
Dilansir dari laman Kemenkes, sebanyak 1.373 pasien tercatat meninggal dunia pada periode yang sama, dimana 84% diantaranya belum mendapatkan vaksin booster Covid-19. Kematian tertinggi pada kelompok lansia dan 50% lansia ini belum mendapatkan vaksinasi.
“Kalau sudah booster, maka risiko kesakitan dan kematian karena Covid-19 turun jauh dibandingkan yang belum vaksin,” tutur Menkes Budi dalam keterangannya.
Budi mengatakan, meski capaian vaksinasi dosis lengkap pada level nasional cukup menggembirakan, namun capaian vaksinasi lansia masih belum memenuhi target. Sebanyak 7 dari 34 provinsi di Indonesia belum dapat mencapai 70% target vaksinasi lansia dosis pertama. Sementara sebanyak 24 provinsi belum dapat mencapai 70% target vaksinasi lansia dosis kedua.
Demikian halnya dengan cakupan vaksinasi booster Covid-19, dimana baru 3 provinsi di Indonesia yang memenuhi target 50% lansia yaitu Provinsi DKI Jakarta, Bali, dan Jawa Barat. Sementara 8 Provinsi berada di kisaran 30-45%, dan sisanya masih dibawah 30% lansia sudah divaksinasi.
Menkes Budi berpesan kepada seluruh dinas kesehatan untuk terus menggenjot capaian vaksinasi di wilayahnya masing-masing. Dengan mengaktifkan sentra-sentra vaksinasi hingga upaya jemput bola kepada masyarakat.
“Sekali lagi pesan saya satu, segera booster, agar seluruh masyarakat kita terlindungi dari Covid-19,” tegas Menkes. (nap)






