Jayapura (beritajatim.com) – Selain memiliki keindahan danau dan laut yang jernih, Jayapura juga memiliki bukit yang mirip sekali dengan film anak-anak, yakni teletubies. Tak heran banyak wisatawan yang datang menyebutnya bukit teletubies karena keindahan bukitnya yang seperti karpet hijau dan halus.
Untuk menuju tempat ini, wisatawan bisa mengendarai kendaraan roda dua atau empat dari kota Jayapura. Dengan menempuh jarak sekitar satu jam, Anda bisa sampai ke Kampung Doyo Distrik Waibu Kabupaten Jayapura, atau lebih tepatnya Bukit Tungkuwuri.
Tak perlu susah mendaki seperti naik gunung pada umumnya karena naik ke kaki bukit sudah disediakan tempat parkir yang praktis untuk para pengunjung. Dan mereka bisa turun dan naik anak tangga kurang lebih lima puluh anak tangga karena ketinggian bukit Teletubies ini berada di 75 mdpl. Kita bisa mencapai puncak dengan pemandangan kanan adalah danau Sentani dan kiri ada bebukitan yang kerap disebut teletubies.
Satu hal yang menarik, ketika menaiki anak tangga, pengelola tempat wisata yang baru dibenahi dua tahunan ini dicat warna warni untuk menarik daya tarik wisatawan. Maklum kabarnya sebelum dibuka menjadi destinasi wisata, kawasan ini cukup rawan.
Cukup naik anak tangga sepuluh menit, pengunjung akan terbayarkan dengan keindahan pesona danau Sentani dari atas bukit. Hijaunya pegunungan di sekitar area dan perkebunam sagu yang berada di sekitar, otomatis lelah naik ke puncak terbayarkan.
Satu hal lagi, hampir di semua tempat wisata di Jayapura selalu ada lambang keagaamaan yang dianut oleh para penduduk Papua yang mayoritas Nasrani. Lambang salip pun terbentang besar.
Salah satu pengunjung Asal Surabaya, Imanda Wahyu Meilita, salah satu yang kontingen Pekan Olah Raga Nasional mengaku senang dan takjub dengan keindahan bukit Tungkuwuri. Ia menceritakan jika tahu bukit ini dari beberapa rekannya yang sudah datang ke tempat ini.
Dan menurutnya lokasi bukit teletubies ini tidak bisa disamakan dengan dengan bukit teletubies yang dimiliki gunung Bromo di Probolinggo.
“Awalnya tahu dari temen-temen kontingen yang sudah ke sini tapi karena waktu saya terbatas akhirnya baru bisa main dan setelah sampai sini. Ternyata benar lebih indah dari yang ada di sosial media. Ngga nyesel datang kesini dan ini tidak bisa dibedakan sama punya Bromo,” ungkap gadis yang kerap disapa Lila ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pon-papua”]
Bahkan ia tak menyangka jika di bukit ini punya pembangunan yang cukup apik. Terbukti bukit ini bisa tersambung dari satu bukit ke lainnya tanpa susah lewat jalan setapak.
“Pembangunannya cukup apik dan tidak menyusahkan bagi pengunjung yang bukan pendaki. Jalan penghubung dari bukit satu yang ke satunya sudah diberi jalan cor-coran dan pagar. Jadi lebih safety dan yang jelas instagramable, ngga nyesel pokonya,” tutupnya.
Untuk masuk ketempat ini, Kalian tidak perlu khawatir tidak ada biaya. Hanya cukup membayar parkir saja. Jika naik kendaraan roda empat atau bus, bisa langsung parkir di lokasi bawah sedangkan untuk kendaraan roda dua bisa parkir di bawah anak tangga. [way/but]








