Makkah (beritajatim.com) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengoperasikan Ruang Kendali Transportasi di Daerah Kerja (Daker) Makkah guna memastikan keamanan serta ketepatan waktu mobilitas jemaah haji Indonesia secara real-time.
Melalui pantauan lima layar monitor besar, petugas mengawal ketat setiap jengkal pergerakan ratusan bus Angkutan Kota Angkutan Perhajian (AKAP) yang membawa ribuan jemaah melintasi jalur panas Madinah menuju Makkah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, denyut nadi mobilitas jemaah kini terkendali penuh dari ruangan seluas 6×4 meter tersebut.
Hingga Minggu (12/5/2026), intensitas pergerakan terpantau meningkat tajam dengan 20 kloter yang diberangkatkan dari Madinah, mengangkut total 7.838 jemaah menggunakan 132 armada bus sejak pagi hari.
Di dalam ruang kendali yang terletak tepat di depan resepsionis Kantor Urusan Haji Indonesia ini, kesibukan terasa sangat kontras. Arudi, salah satu petugas layanan transportasi, terus melakukan koordinasi melalui handy talky (HT) atau ‘Bravo’.
Fokus utamanya adalah memantau GPS bus, termasuk Kloter 29 Embarkasi Solo (SOC 29), guna memastikan koordinasi dengan petugas sektor di pemondokan berjalan sinkron.
“Jadi patokannya itu posisi bus ada di kilometer berapa dengan jarak hotel. Misalnya posisi ada di kilometer sekian kurang lebih dua jam akan sampai di sektor, jadi mereka sudah siap-siap,” kata Arudi.
Komunikasi ini menjadi “nyawa” bagi jemaah agar setibanya di hotel, fasilitas akomodasi dan layanan konsumsi sudah dalam kondisi siap saji.
Digitalisasi Sebagai Kunci Mitigasi Keamanan
Kepala Seksi Transportasi PPIH Daker Makkah, Moh Afifuddin Zuhri, menjelaskan bahwa integrasi teknologi GPS dengan aplikasi khusus memungkinkan pelacakan presisi terhadap bus yang melintas.
Fitur ini sangat krusial, terutama ketika terjadi dinamika di lapangan seperti pemeriksaan ketat oleh otoritas keamanan Arab Saudi di jalur Jeddah-Makkah.
“Bagi kita, pelayanan lebih baik ketika kita sudah tahu posisi jemaahnya. Seperti kemarin ada kendala di jalan dari Jeddah karena ada pemeriksaan (otoritas keamanan Arab Saudi),” ujar Afifuddin.
Ia menekankan bahwa estimasi jadwal dalam dokumen sering kali tidak kaku karena variasi kecepatan setiap armada, sehingga teknologi tracking menjadi instrumen navigasi yang tidak bisa ditawar.
Multitasking Petugas di Tengah Suhu Ekstrem
Pemanfaatan sistem digital ini juga selaras dengan instruksi Kemenhaj RI untuk memperkuat perlindungan jemaah, khususnya lansia dan disabilitas, di tengah cuaca panas Makkah yang menyentuh 42 derajat Celsius.
Dengan data digital, petugas sektor dapat mengatur alur masuk jemaah ke hotel secara bertahap guna menghindari penumpukan di lobi hotel yang panas.
Layanan transportasi ini bekerja secara simultan dengan tim di Madinah dan Daker Bandara. Tim verifikasi data memastikan setiap jemaah masuk ke armada yang tepat dengan dukungan operator bus yang tersambung dalam ekosistem Command Center Haji 2026.
Digitalisasi ini diharapkan mampu menekan risiko jemaah tersasar dan memastikan seluruh rangkaian ritual haji berjalan lancar dan aman. [ian/MCH]






