Ringkasan Berita:
- MPM Honda Jatim dan Astra Honda Motor meresmikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Astra Honda di SMK Islam 1 Blitar.
- SMK Islam 1 Blitar resmi menyandang status sekolah dengan kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda berstandar A+.
- Uji kompetensi siswa akan dilakukan langsung oleh asesor AHASS bersertifikasi sesuai standar industri.
- Kehadiran TUK diharapkan memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja otomotif.
Blitar (beritajatim.com) – Kesenjangan antara kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan tingginya standar kebutuhan industri otomotif masih menjadi pekerjaan rumah dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) bersama PT Astra Honda Motor (AHM) meresmikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Astra Honda di SMK Islam 1 Blitar, Rabu (3/6/2026).
Peresmian TUK Astra Honda ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara dunia pendidikan dan industri. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Dalam kesempatan itu, SMK Islam 1 Blitar juga resmi menyandang status sebagai sekolah dengan kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda berstandar A+.
Status tersebut menuntut pemenuhan berbagai standar yang telah ditetapkan Astra Honda, mulai dari fasilitas praktik, kelengkapan peralatan (tools and equipment), hingga kompetensi tenaga pengajar yang mendukung proses pembelajaran berbasis industri.
Terpilihnya SMK Islam 1 Blitar sebagai lokasi TUK ke-17 di wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan tanpa alasan. Sekolah tersebut baru saja menorehkan prestasi nasional dengan meraih Juara 1 dalam ajang Festival Vokasi Satu Hati (FeVoSH).
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, MPM Honda Jatim dan AHM menyerahkan sejumlah fasilitas pendukung berupa sertifikat resmi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK), satu unit sepeda motor untuk operasional TUK, serta satu unit sepeda motor tambahan sebagai penghargaan atas keberhasilan meraih Juara 1 Nasional FeVoSH.
Agenda peresmian ini dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Blitar Indiyah Nurhayati, General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin, Technical Service Division Head MPM Honda Jatim M. Bondan Priyoadi, serta Kepala SMK Islam 1 Blitar Gigih Widiyanto.
Aspek penting dari kehadiran TUK Astra Honda terletak pada kualitas pengujian kompetensi siswa. Evaluasi tidak hanya dilakukan melalui penilaian teori, tetapi juga melalui praktik kerja yang mengacu langsung pada standar industri otomotif.
Uji kompetensi di TUK akan diawasi dan dinilai oleh asesor dari jaringan Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) yang memiliki kualifikasi minimal Technical Training Level 2 (TTL 2). Dengan demikian, siswa diuji langsung oleh praktisi yang memiliki pengalaman dan standar kerja industri yang sesungguhnya.
Sistem tersebut diharapkan mampu memastikan kualitas lulusan SMK lebih siap memasuki dunia kerja karena telah melalui proses pengujian yang setara dengan kebutuhan industri otomotif modern.
“Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri, kami berharap keberadaan TUK ini menjadi sarana peningkatan kompetensi berstandar industri. Output-nya jelas yakni mencetak SDM yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu merespons tuntutan kualitas layanan konsumen yang terus meningkat,” tegas M. Bondan Priyoadi.
Hingga saat ini, MPM Honda Jatim tercatat telah membina 100 SMK TSM Honda yang tersebar di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Kehadiran TUK ke-17 di Blitar semakin memperkuat ekosistem Teaching Factory (TEFA) yang mendukung praktik kerja industri berkualitas bagi para siswa.
Kepala SMK Islam 1 Blitar, Gigih Widiyanto, menyebut status sebagai Tempat Uji Kompetensi menjadi pencapaian penting sekaligus tanggung jawab besar bagi sekolah.
“Peresmian TUK Astra Honda ini menjadi pencapaian penting. Dukungan fasilitas ini memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang sesungguhnya. Kami ingin lulusan kami tidak gagap saat terjun ke dunia kerja, karena kompetensi mereka sudah di-kalibrasi sejak di bangku sekolah,” ungkap Gigih.
Keberadaan TUK Astra Honda di SMK Islam 1 Blitar menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri dapat menghasilkan sistem pendidikan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Lulusan SMK kini tidak hanya didorong untuk memiliki ijazah pendidikan formal, tetapi juga dibekali sertifikasi kompetensi yang diakui industri. Melalui model kolaborasi seperti ini, kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri diharapkan semakin menyempit sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja. [owi/beq]






